ENTERPRISE RESOURCE PLANNING
PAPER
INDIVIDU
1
TOPIK-TOPIK
LANJUTAN
SISTEM
INFORMASI
Oleh
Michael Samuel C – 1501148204
06PJM / 2
Binus University
Jakarta
2014
Binus University
Jurusan
Sistem Informasi
Paper Individu 1 Topik-Topik Lanjutan
Sistem Informasi
Semester
Genap tahun 2014
ENTERPRISE RESOURCE PLANNING
Michael Samuel C – 1501148204
06PJM / 2
Abstrak
ERP alias Enterprise
Resources Planning atau Sistem Perencanaan Sumber Daya Perusahaan
adalah aplikasi perangkat lunak komputer yang terintegrasi dan menyeluruh.
Secara arsitektural sistem, ERP
dikembangkan berdasarkan modul-modul fungsional yang meliputi seluruh aspek
sumber daya di dalam sebuah perusahaan/organisasi.
Secara historis, ERP berasal dari
metamorfosis dari MRP (Manufacturing Resources Planning) yang
diarahkan untuk kelompok usaha manufaktur.
Seiring dengan perkembangan
teknologi, manajerial dan bisnis maka MRP pun berubah menjadi ERP. Istilah ERP
sendiri diperkenalkan pertama kali oleh Gartner Group.
Lantas manfaat apa saja yang bisa
kita dapatkan dari penerapan sistem ERP? Atau modul-modul standar apa saja yang
biasa terdapat dalam sistem ERP?
Secara teknis sebenarnya ERP
berfungsi memadukan berbagai sistem informasi yang tersebar di masing-masing
departemen (unit fungsional) di sebuah lembaga.
Dengan adanya sistem yang terpadu
tersebut maka masing-masing unit fungsional dalam lembaga tersebut dapat saling
berbagi data dan informasi yang pada akhirnya meningkatkan sinergi antar elemen
di perusahaan yang menerapkannya.
Perlu diingat bahwa ERP bukanlah
aplikasi perangkat lunak komputer yang berfungsi menangani data secara
elektronik dan memprosesnya secara terperinci saja.
Kata Kunci
ERP, MRP, Sistem
Informasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam tataran lingkungan global sekarang ini,dituntut sebuah strategi
yang baik serta inovasi-inovasi baru dari setiap perusahaan agar mampu bersaing
dengan perusahan-perusahaan lainnya yang datang dari dalam maupun dari luar
negeri. Penetapan strategi di dalam perusahaan merupakan hal yang sangat
penting dalam pencapaian tujuan dan berakibat fatal apabila salah dalam
penerapannya.
Dalam mencapai keberhasilan,manajemen perusahaan pada saat ini
bertanggung jawab tidak hanya pada kegiatan yang terjadi didalam perusahaan,
tetapi meliputi juga kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan luar
perusahaan. Segala faktor internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap
pertumbuhan dan tingkat keuntungan perusahan menjadi perhatian manajemen.
Supaya perusahaan efektif menghadapi persaingan yang ketat tersebut dan
untuk mengantisipasi kekacauan internal perusahaan,diperlukan strategi untuk
mengarahkan kegiatan tersebut. Strategi merupakan perencanaan dan pencapaian
kearah kegiatan yang efektif dan integrative untuk dapat mencapai tujuan
perusahaan secara keseluruhan. Agar pemeilihan strategi dan pengambilan
kebijaksanaan tidak salah,perlu adanya dukungan data yang akurat dan cepat
sesuai dengan keadaan yang ada.
Untuk mendapatkan data yang akurat tersebut diperlukan sebuah sistem
informasi dalam hal ini sistem informasi akuntansi yang terintegritas dari
seluruh kegiatan yang ada dalam perusahaan. Tidak terintegritasnya data membuat
dibutuhkannya waktu yang lama dalam memenuhi akan data yang biasa datangnya
mendadak sehingga menghambat keputusan yang akan diambil, padahal data dan informasi adalah
suatu sumberdaya dengan baik seperti sumberdaya lainnya.
Banyak perusahaan Indonesia,pemanfaatan sistem informasi akuntansi juga
sudah menjadi kebutuhan mutlak. Hampir diseluruh bidang industri, peran sistem
informasi sudah demikian yang padat karya. Dari sekian banyak sektor industri,
perbankan tercatat paling gencar dalam investasi dibidang sistem informasi
akuntansi. Wajar, produk yang mereka jual adalah jasa yang berhubungan dengan
angka-angka, dimana keakurasian, kecepatan, mutu layanan, serta keamanan,
menjadi sisi paling penting yang harus secara cermat dikelola. Jadi, jangan
heran jika investasi dalam.
Fenomena pengimplementasikan ERP sudah mulai menyebar ke Indonesia, baik
pada perusahaan manufaktur maupun sektor jasa, karena dengan menggunakan ERP
manejemen dapat mengetahui akibat dan yang ditimbulkan keterlambatan bahan baku terhadap keseluruhan
proses dalam perusahaan dalam manajemen dapat mengintifikasinya sejak dini. Dengan
menerapkan ERP diharapkan terintegrasinya data online untuk seluruh fungsi
dalam perusahaan, strandarisasi dan keakuratan data, mempermudah tugas-tugas
manajemen sehari-hari, meningkatkan efiesiensi dan efektivitas organisasi melalui
alokasi sumber daya perusahaan secara optimal. Meningkatkan
kualitas informasi akuntansi untuk pengambilan
keputusan serta menghasilkan analisa dan laporan untuk perencanaan jangka panjang.
Saat ini fenomena keuntungan penerapan sistem ERP mulai dirasakan
perusahaan didalam maupun diluar negri. Perusahaan yang merasakan keuntungan
dari penerapan sistem ERP oleh perusahaan. Masalah kualitas informasi selama
ini masih belum memuaskan pengguna dan kurang efektif karena beberapa
faktor,salah satunya penerapan teknologi informasi yang belum terpenuhi. Sehingga
jalannya sistem terganggu dan kurang optimal.
Didalam perusahaan pihak manajemen membutuhkan informasi dan data yang
dapat mendukung mereka dalam pengambilan keputusan salah satunya mengenai
informasi akuntansi. Dengan berkembangnya teknologi ilmu pengetahuan dan
teknologi,maka semua konsep mengenai sistem informasi mulai dihubungkan dengan
sistem yang bebrbasis komputer. Salah satunya bentuk sistem informasi yang digunakan
untuk memfasilitasi fungsi-fungsi operasional dalam suatu perusahaan yaitu
sistem informasi akuntansi.
Sistem informasi akuntansi merupakan sistem yang memiliki tugas dalam
hal pengolahan data keuangan menjadi informasi berupa laporan keuangan yang
mana informasi keuangan tersebut dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pihak
internal maupun eksternal yang nantinya digunakan sebagai pembuatan keputusan
finansial.
Agar implementasi ERP bisa berjalan dengan lancar perusahaan harus
menyiapkan antara lain bagaimana memilih ERP yang sesuai dengan kebutuhan.membangun bisnis modelnya
serta menyiapkan manajemen perubahan yang harus dilakukan akibat penerapan ERP,
mulai dari proses bisnis, restruktrurisasi organisasi, sumber daya manusia,
budaya perusahaan, dan berbagai hal lain yang justru bersifat nonteknis dan
nonkeuangan.
Kemampuan suatu perusahan dalam menghasilkan data yang terkini merupakan
masalah tersendiri bagi perusahaan,sehingga dibutuhkan sistem yang terintegrasi
dengan baik agar data yang tampil adalah data real time. Selain menampilkan data real time,syarat lain dari sistem informasi yang ada ini adalah
dapat menampilkan data tersebut dengan mudah,cepat,dan akurat. Sistem informasi
yang saat ini sedang berkembang dan relevan dalam hal tersebut adalah ERP.
1.2 Ruang Lingkup
Mengingat
luasnya cakupan ruang lingkup ERP,
maka ruang lingkup yang dibahas dibatasi pada :
1.
Penjelasan tentang ERP.
2.
Kegunaan ERP.
1.3
Tujuan dan
Manfaat
Berdasarkan
pembahasan pada latar belakang, maka dapat ditentukan tujuan penelitian ini,
yaitu untuk mengetahui perkembangan ERP yang ada.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui definisi atau pengertian
dari ERP.
2. Untuk mengetahui kegunaan ERP.
1.4 Metodologi
Penelitian
Metode yang digunakan terdiri dari beberapa
bagian, yaitu :
1. Studi pustaka
Metode
pengumpulan informasi yang digunakan melalui studi artikel media internet dan
buku-buku referensi yang dapat dijadikan sumber dan panduan dalam penyusunan
penulisan ini.
2. Metode Analisis
Metode
analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menganalisis dan me-review perkembangan ERP yang ada di Indonesia.
1.5
Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembahasan dan memberikan gambaran yang sistematis
dalam memahami topik yang disajikan, kami membagi paper ini ke dalam
bagian-bagian berupa bab yaitu :
BAB I :
Pendahuluan
Dalam
bab ini diuraikan tentang masalah pokok yang dibahas dalam paper ini, yang
terdiri dari Latar Belakang, Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaaat, Metodologi
Penelitian, dan Sistematika Penulisan.
BAB II : Landasan Teori
Dalam bab ini akan menguraikan teori atau konsep yang
melandasi hal-hal yang terdapat dalam penelitian ini, secara umum dijelaskan
tentang teori-teori yang berhubungan dengan kinerja sistem informasi baik
dikutip dari berbagai referensi maupun hasil riset yang didapat.
BAB III : Pembahasan
Dalam bab ini berisi hasil penelitian yang dilakukan
dalam rangka mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan pada pendahuluan. Lalu
menunjukkan bagaimana pemikiran atau temuan-temuan diperoleh,
menginterpretasikan temuan, dan mengaitkannya dengan teori yang digunakan.
BAB IV : Penutup
Dalam bab ini penulis akan menarik bebarapa kesimpulan
berdasarkan petunjuk dari buku-buku referensi, internet, dan seminar
teori-teori lanjutan sistem informasi serta saran yang mungkin akan diterapkan
untuk kemajuan perusahaan.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 ERP
Perencanaan
sumber daya perusahaan, atau sering disingkat ERP dari istilah bahasa
Inggrisnya, enterprise
resource planning, adalah sistem
informasi yang diperuntukkan bagi perusahan manufaktur
maupun jasa yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis
yang berhubungan dengan aspek operasi, produksi maupun
distribusi
di perusahaan bersangkutan. (Wikipedia)
ERP juga merupakan suatu sistem perusahaan yang
bersifat lintas fungsional dan bertindak mengintegrasikan dan mengotomatiskan
berbagai proses bisnis yang harus terpenuhi di dalam suatu perusahaan seperti
kegiatan pabrikasi, logistik, distribusi, akuntansi, keuangan, dan fungsi
sumber daya manusia .
Perangkat lunak ERP adalah suatu kelompok modul perangkat lunak yang mendukung aktivitas bisnis yang terlibat dalam proses/kegiatan perkantoran (back-office) yang penting .
ERP dikenal sebagai suatu hal yang diperlukan untuk efisiensi, ketangkasan/kematangan, dan kemampuan bereaksi secara cepat kepada pelanggan dan penyalur, yang pada umumnya dibutuhkan oleh suatu perusahaan e-business agar berhasil dalam dunia e-commerce yang dinamis.
Nilai bisnis ERP :
·
Kualitas
& Efisiensi : ERP menciptakan kerangka kerja utk
mengintegrasikan dan meningkatkan proses bisnis internal perusahaan yg
menghasilkan peningkatan signifikan daalm kualitas serta efisiensi layanan
pelanggan, produksi & distribusi
·
Penurunan
Biaya : menurunkan biaya pemrosesan transaksi & hardware, software serta karyawan pendukung TI.
Pendukung Keputusan : ERP menyediakan informasi mengenai kinerja bisnis lintas fungsi yang sangat penting secara cepat utk para manajer agar dapat meningkatkat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan secara tepat waktu di lintas bisnis keseluruhan perusahaan
Pendukung Keputusan : ERP menyediakan informasi mengenai kinerja bisnis lintas fungsi yang sangat penting secara cepat utk para manajer agar dapat meningkatkat kemampuan mereka dalam mengambil keputusan secara tepat waktu di lintas bisnis keseluruhan perusahaan
·
Kelincahan
Perusahaan: Sistem ERP meruntuhkan dinding departmen dan fungsi
berbagai proses bisnis, sistem informasi dan
sumber daya informasi. (menghasilkan struktur organisasi, tanggung jawab
manejerial & peran kerja yang lebih fleksibel)
Penyebab Kegagalan ERP :
1.Meremehkan kerumitan
perencanaan, pengembangan,dan pelatihan
2.Tidak melibatkan para karyawan yg terkena dampak perencanaan
3.Melakukan terlalu banyak hal dengan cara yang cepat pada proses konversi
4.Pelatihan yang tidak memadai dalam berbagai tugas baru yg dibutuhkan oleh
sistem ERP
5.Kegagalan melakukan konversi data
6.Terlalu mempercayai berbagai pernyataan yang diberikan para penjual software ERP
ERP memiliki keunggulan dalam
menyajikan informasi analitik kepada para pemegang keputusan melalui
modul OLAP (online analytical processing).
Sehingga jika dilihat dari sisi
fungsional sistem, ERP dibagi atas modul OLAP dan OLTP
(online transaction processing).
Modul OLTP adalah
lapis (layer) yang berfungsi menangani proses pemasukan (input),
ubah (update) dan hapus (delete) dari setiap data ke dalam rekam
(record) tabel yang saling terkait dalam suatu basis data.
Misalkan saat memasukkan data
penjualan maka sistem OLTP akan melakukan verifikasi ke tabel
pegawai untuk memastikan otoritasnya, penelusuran apakah pelanggan tersebut
adalah langganan yang sudah terdaftar sehingga berhak atas potongan harga,
memeriksa apakah ada program harga khusus dari sistem informasi akunting hingga
akhirnya data tersebut direkam dalam tabel penjualan.
Sedangkan modul-modul standar yang
biasanya terintegrasi di dalam suatu sistem ERP setidaknya minimal terdiri
atas:
- Keuangan
o
Akuntansi Finansial
Secara fungsional
modul akuntansi finansial berfungsi untuk mengumpulkan dan mengelola seluruh
data finansial hingga mampu menyajikan laporan dari hasil relasi data dari
beberapa departemen.
Laporan yang
disajikan tersebut dapat diarahkan untuk eksternal maupun internal. Sedangkan
jenis-jenis laporan yang disajikan minimal harus memenuhi standar laporan keuangan yang biasa dibuat secara manual.
Dari sisi
integrasi sistem, modul akuntansi finansial memadukan modul-modul fungsional
lainnya yang terdapat di dalam sistem ERP. Contohnya antara lain adalah modul
POS (point of sale) saat memproses transaksi
penjualan secara otomatis mengintegrasikan data tersebut dengan modul akuntansi
finansial.
o
Kontrol
Modul kontrol ini
berfungsi untuk mengelola data-data yang terkait dengan antara lain akuntansi
laba biaya, cost center, manajemen proyek, dsb.
o
Fixed Asset Management
Dalam menjalankan
operasionalnya setiap lembaga memiliki beban biaya yang dikeluarkan untuk
investasi aktiva tetap, sewa dan gedung. Dalam modul ini mendukung pekerjaan
pengadaan, pemeliharaan, penjualan/penghapusan, penarikan hingga depresiasi
nilai aktiva.
- Logistik
Modul logistik
secara fungsional digunakan untuk memproses pengadaan, penjualan dan distribusi
logistik yang digunakan oleh perusahaan.
- Sumber Daya Manusia
Sumber daya
manusia adalah asset terbesar perusahaan yang memerlukan pengelolaan yang baik
dan terukur dari mulai perekrutan, penjadualan dan pemrosesan gaji.
Pekerjaan-pekerjaan
rutin bisnis yang terkait sumber daya manusia seperti pembayaran gaji,
manajemen tugas, ongkos tugas luar kantor, bonus/kompensasi, perekrutan hingga
perencanaan kebutuhan tenaga kerja dapat dikelola oleh modul sumber daya
manusia.
- Business Process Support
Setiap perusahaan
selalu terkait dengan masalah manajemen arus kerja dan solusi industri. Kedua
hal tersebut digunakan sebagai kendali atas setiap unit fungsi yang ada di
dalam perusahaan.
- Rantai Pasokan (SCM = supply chain management)
SCM sebenarnya
adalah modul yang menjadi fokus yang mutakhir dalam pengembangan sistem ERP.
Penerapan SCM yang
baik dengan memanfaatkan Internet adalah solusi yang sangat efektif dalam
penghematan biaya perusahaan.
Proses perencanaan
hingga optimalisasi penyimpanan dan penggunaan logistik sangat membantu dalam
memperbaiki prediksi permintaan serta efisiensi bagi perusahaan.
- Dukungan E-Commerce
Transaksi elektronik
yang terintegrasi melalui media Internet adalah tren masa kini yang mendorong
terjadinya proses bisnis komersial yang efektif.
Dengan dukungan
e-commerce yang baik maka produsen dapat langsung berhadapan dengan pengguna
akhirnya yang berakibat pada pemotongan biaya yang cukup signifikan.
Misalkan kepala
gudang perusahaan A ingin mengadakan material produksi yang diproduksi oleh
perusahaan B, perusahaan C dan perusahaan D. Kepala gudang perusahaan A
tersebut kemudian login ke dalam situs web e-commerce perusahaan B, perusahaan
C serta perusahaan D untuk memesan material yang diperlukan tersebut.
Kepala gudang
perusahaan A dapat memperoleh ketersediaan produk dan harga secara langsung
dari masing-masing produsen tersebut.
Hal tersebut
tentunya dapat memotong anggaran yang cukup besar karena akan selalu memperoleh
harga yang bersaing dengan jumlah dan mutu terbaik.
Software ERP
Beikut
adalah software ERP yang saat ini beredar, baik yang berlisensi bayar
maupun open source
§ Acumatica
§ Dynamics AX
§ Compiere
§ Averill AllStock
§ ORACLE
§ JDE
§ BAAN
§ MFGPro
§ Protean
§ Magic
§ aLTiUs
§ SAP
§ Onesoft
§ IFS
§ AGRESSO
§ INTACS
§ BOSERP
§ EuClid System
§ Mincom Ellipse
§ Axapta
§ SPIN - Datadigi Indonesia
§ WD ERP-SYS
§ IES
§ Orlansoft
§ Sisinusa
§ Colibris Indonesia
§ OpenERP
§ BizBoss
§ Microsoft Dynamics NAV
2.2 MRP
Dimulai dari 25 s.d 30 tahun yang lalu di
mana diperkenalkan mekanisme untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan
diperlukan dan berapa banyak. Konsep ini dikenal dengan Material Requirement
Planning (MRP).
MRP
berevolusi menjadi MRP II (Manufacturing Resources Planning, yang melingkupi
faktor tambahan seperti perencanaan jangka panjang, master schedulling, rough
cut capacity planning dan shoop floor control. MRP I telah memasukan unsur
pengawasan dan pelaporan. Setelah MRP I perusahaan menyadari bahwa banyak hal
yang harus dipadukan antara lain keuangan, peramalan, sales order, analisis
penjualan, distribusi, quality control serta sistem pelaporan dan pengawasan
lebih lanjut. Hal ini kemudian dikenal dengan konsep ERP (Enterprise Resources
Planning). (Wikipedia)
System MRP digunakan untuk
mengendalikan tingkat persediaan dengan prioritas utamanya pada persediaan
item-item dan merencanakan kapasitas system produksi. Dalam MRP terdapat tiga
prinsip yaitu :
- Dalam penentuan persediaan dengan prinsip pemesanan komponen yang tepat, pemesanan dalam jumlah yang tepat dan pemesanan pada waktu yang tepat.
- Dalam menentukan prioritas meliputi pesanan dengan jatuh tempo yang tepat dan menjaga jatuh tempo yang valid.
- Dalam penentuan kapasitas meliputi: merencanakan muatan yang lengkap, merencanakan muatan yang akurat dan merencanakan waktu yang cukup untuk muatan dimasa yang akan datang.
Dengan demikian dapat ditarik
kesimpulan bahwa prinsip dari MRP adalah memperoleh material yang tepat pada
tempat yang tepat dan diwaktu yang tepat.
Tujuan MRP adalah
untuk memperbaiki layanan pelanggan, meminimalkan investasi persediaan dan
memaksimalkan efisiensi operasi produksi . Sedangkan filosofi MRP adalah
material dipercepat pada saat penundaan jadwal produksi menguntungkan dan
ditunda pada saat jadwal ditunda.
2.3 Sistem
Informasi
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang
menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti
yang sangat luas, istilah sistem informasi yang
sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik,
data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk
tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi
(TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini
dalam mendukung proses bisnis. (Wikipedia)
Sistem berasal dari bahasa
Latin (systēma) dan bahasa
Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan
bagian-bagian yang saling berhubungan yang
berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum
misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen
kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu
negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara
tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali
digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum
diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada
banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang
paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di
antara mereka.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk
sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme
pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai
elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan
(Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi
pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah
dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang
lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah
segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang
diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik)
maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah,
sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa
pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang
berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output)
merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi,
keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan
daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang
lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan
permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong
dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana
dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat
dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh,
dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan
dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan
Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan
balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem
dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan
yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak
mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap
harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
Jenis sistem
Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:- Atas dasar keterbukaan:
- sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
- sistem tertutup.
- Atas dasar komponen:
- Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
- Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Sistem Enterprise Resource
Planning (ERP)
Menurut Marshall B. Romney dan Paul
John Steinbart yang
dialihbahasakan oleh Dewi Fitriasari
dan Deny Arnos Kwary (2008;442)
mengemukakan pengertian Enterprise
Resource Planning adalah :
“Enterprise Resource Planning (ERP)
adalah suatu sistem yang
mengintegrasikan seluruh aspek aktivitas
organisasi kedalam suatu
sistem informasi akuntansi.”
Menurut Azhar Susanto (200820) mengemukakan pengertian Enterprise
Resource Planning adalah :
“ERP
adalah paket software terintegrasi yang dirancang untuk mem
berikan integrasi yang menyeluruh terhadap seluruh data yang
terkait dengan sistem informasi perusahaan.”
Menurut James A. Hall (2002;114) mengemukakan pengertian Enterprise
Resource Planning adalah :
“ERP
sistem adalah paket perangkat lunak modul berganda yang berkembang terutama dari sistem
perencanaan manufaktur tradisional
(manufacturing resource
planning-MRP II).”
Menurut Jay
Heizer dan Barry Rander yang
dialih bahasakan oleh Dwianoegrahwati
Setyoningsih dan Indra Almahdi (2008;186) mengemukakan pengertian Enterprise
Resource Planning adalah :
“ERP adalah Software
yang memungkinkan perusahaan untuk: mengotomasi dan mengintegrasikan
banyak proses bisnis mereka, berbagi database dan praktik bisnis yang umum
diseluruh perusahaan, dan menghasilkan informasi dalam waktu terkini.”
Menurut James
A. O’brien yang dialihbahasakan oleh Dewi Fitriasary dan Deny Arnos Kwary (2005;320)
mengemukakan pengertian Enterprise Resource Planning adalah :
“ERP
adalah tulang pungggung teknologi dari e-business, sebuah kerangka kerja
transaksi keseluruhan perusahaan dengan berbagai hubungan ke pemrosesan pesanan penjualan, manajemen dan
pengendalian persediaan, perencanaan produksi dan distribusi, serta keuangan.”
Menurut Ronald
L. Thompson dan William L. Cats-Baril (2008;354) mengemukakan pengertian Enterprise
Resource Planning adalah :
“Enterprise
Resource Planning (ERP) system were designed to replace a compani’s older,
legacy information system with a group of highly integrated software modules.”
Menurut definisi
diatas ERP adalah sistem yang didesain untuk menggantikan perangkat perusahaan
terdahulu, dengan kumpulan modul-modul software canggih yang terintegrasi
dalam menghasilkan sistem informasi .
Software ERP
yang berupa kumpulan modul-modul diterapkan di seluruh perusahaan dan
menghubungkan seluruh bagian perusahaan melalui tranmisi logikal dan berbagai
data yang sama. Karena cakupanya yang luas, sistem ERP dibagi atas beberapa
modul dan setiap modul dibagi lagi menjadi sub-sub modul yang lebih kecil.
Semua modul dalam sistem ERP saling melengkapi dan merupakan satu kesatuan.
Setiap modul bisa terdiri dari ribuan proses bisnis, dimana masing-masing
proses bisnis ini didapatkan dari praktek-praktek bisnis terbaik (best
Practices).
Pengelompokan
modul biasanya dilakukan berdasarkan pertimbangan fungsional. Konfigurasi ERP
memungkinkan 8000 tabel yang mengatur jenjang-jenjang dalam perusahaan
merangkum semuanya dalam struktur organisasi sampai diskon harga. Bahkan
menajer dapat memperoleh informasi keuangan perusahaan hanya dengan beberapa
ketukan di keyboard komputer (dikenal dengan istilah Informaton in
your Fingertips).
Software ini
mengubah data transaksi menjadi informasi yang berguna dan menyusunnya supaya
dapat dianalisa lebih lanjut. Dengan cara ini, semua data transaksi yang
terkumpul berubah menjadi informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
3.2 Ciri-ciri ERP
Menurut Mulia
Hartono dalam 7 langkah mudah membangun sistem informasi ERP (2008;4)
yang dikutip melalui www.intacsindo.com
sebuah ERP sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1.
Sistem Tunggal
Sistem ERP dibangun dalam sistem tunggal sehingga informasi
dapat diperoleh dengan mudah dan cepat karena memiliki data yang terintegrasi.
Sistem lain yang non-ERP umumnya dibangun tidak dalam mesin tunggal misal ada
data dalam SQL server, sementara data lainya dalam FozPro, hal ini menyebabkan
sulitnya memperoleh informasi dengan cepat.
2.
Modul Lengkap
Sistem ERP memiliki modul yang lengkap dan saling
terintegrasi yang menjangkau semua bagian dan fungsi perusahaan karena
mempunyai konsep yang jelas.
3.
Fleksibel
Sistem ERP sangat fleksibel dan dapat diimplementasikan di
semua anak perusahaan atau pabrik manapun dalam suatu perusahan karena dapat
disesuaikan (dikonfigurasi) sesuai dengan kebutuhan.
4.
Laporan
sistem ERP memiliki data seluruh sumber daya perusahaan dan
dapat memberikan laporan apa saja yang diperlukan termasuk fungsi-fungsi
statistik untuk menganalisis laporan.
3.3 Fungsi ERP
Menurut Gelinas, Hunton and Sutton (2005 ; 52)
dijelaskan mengenai fungsi atau kegunaan dari Enterprise System secara
umum diantaranya :
1.
Enterprise
Support for Organizational Process
·
Capturing data
during, business process
·
Enterprise System
facilitate functioning of of the organization’s business
·
Enterprise System
record that business events have accured
·
Enterprise System
store data for decision making
2.
Enterprise System
Support for Major Business Events Process
·
Order to cash
·
Purchase to pay
Dibawah ini akan dijelaskan mengenai definisi fungsi atau
kegunaan dari enterprise system menurut ani dalam Gelinas, Hunton and
Sutton (2005 ; 52) adalah sebagai berikut:
1.
Dapat mendukung proses
organisasi
·
Pengolahan data,
proses bisnis
·
Menjadi fasilitas bagi
fungsi organisasi bisnis
·
Merekam proses bisnis
dengan lebih teliti
·
Menyimpan data untuk
pengambilan keputusan.
2.
Dapat mendukung dalam
proses bisnis yang utama.
·
Pembayaran pesanan
·
Pembayaran pembelian
Sedangkan menurut Wikipedia Indonesia dalam Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan (2009) dijelaskan
mengenai fungsi atau kegunaan dari sistem Enterprise resource Planning (ERP)
adalah sebagai berikut :
1.
Integrasi data
keuangan, yaitu : Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga Top Management bisa melihat
dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik.
2.
Standarisasi proses
operasi berfungsi menstandarkan proses operasi melalui Implementasi Best
Practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas. Penurunan inefisiensi
dan peningkatan kualitas produk.
3.
Standarisasi data dan
Informasi berfungsi menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman
pelaporan, terutama untuk perusahan besar yang biasanya terdiri dari banyak
business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yang berbeda-beda.
3.4 Keuntungan dan Kerugian ERP
Menurut Wikipedia Indonesia dalam Perencanaan
Sumber Daya Perusahaan
(2009) yang dikutip melalui www.wikipedia.com
dijelaskan mengenai keuntungan yang bisa diukur dengan menggunakan sistem ERP
:
·
Penurunan inventori
·
Penurunan tenaga kerja secara total
·
Peningkatan service level
·
Peningkatan kontrol keuangan
·
Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan
informasi
Sedangkan
Kelemahan Enterprise Resource Planning (ERP) :
Disamping
banyak keuntungan yang diperoleh dari sistem ERP, beberapa kelemahan ERP perlu
diperhatikan. Kelemahan ERP adalah sebagai berikut :
1.
Implementasi ERP sangat sulit karena penerapanya yang
terintegrasi dan organisasi harus merubah cara mereka berbisnis. Kesulitan
penerapan ERP ditambah dengan adanya resistance to change dari personil yang terkena imbasnya akibat
perubahan proses dari bisnis.
2.
Biaya implementasi ERP yang sangat mahal
3.
Organisasi hanya memikirkan manfaat yang besar di
penerapan ERP tetapi tidak mempersiapkan personilnya untuk berubah
4.
Permasalahan lainya dalah pada personil yang tiba-tiba
dibebani dengan tanggung jawab yang lebih besar dengan kesiapan yang kurang
baik mental maupun keahlianya
3.5 Modul-Modul
Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP memiliki
cakupan fungsi yang sangat luas, di dalam fungsi-fungsi tersebut terdapat
komponen-komponen yang sering disebut dengan istilah modul. Secara modular, software
ERP biasanya terbagi atas modul utama yakni Operasi serta modul pendukung
yakni Finansial dan Akuntansi serta Sumber Daya Manusia.
Menurut Wikipedia
Indonesia dalam Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (2009)
dijelaskan modul-modul ERP adalah sebagai berikut :
- Modul Operasi adalah : Modul yang berhubungan dengan pengontrolan produksi. Sub Modulnya terdiri dari: General Logistics, Sales and Distribution, Materials Management, Logistics Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment Management
- Modul Finansial dan Akuntansi adalah : Modul yang berhubungan dengan masalah keuangan dan akuntansi. Sub Modulnya terdiri dari : General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management, Treasury, Enterprise Controlling.
- Modul Sumber Daya Manusia adalah : Modul yang berhubungan dengan sumber daya manusia. Sub Modulnya terdiri dari : Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training and Event Management, Organizational Management, Travel Management
3.6 Unsur-unsur
ERP
Menurut Michael
Uram dalam Journal Enterprise Solution (2008;2) mengemukakan bahwa ada
seperangkat komputer atau disebut infrastruktur ERP yang diperlukan untuk proses
ERP terdiri dari :
“1.
Physical Component (server, network, storage, client)
2. People
( Business staff, operation staff, development staff)
3.Organizational Process (program and project management,
change management, support service).”
Dibawah ini
akan dijelaskan lebih rinci mengenai 3 komponen penting didalam proses sistem Enterprise
Resource Planning (ERP) :
1.
Physical Component
(Komponen Fisik)
a.
Server-Client yang terdiri dari komputer server dan beberapa komputer
client. Server menjadi pusat sistem informasi, sedangkan client merupakan komputer yang digunakan untuk
melakukan tugas-tugas penanganan data.
b.
Network (Jaringan), merupakan suatu unit komunikasi yang membantu
didalam penyebaran informasi.
c.
Storage (Penyimpanan), merupakan tempat penyimpanan yang digunakan
untuk menyimpan data yang diolah oleh komputer.
2.
People (Sumber Daya Manusia)
Sumber daya manusia yang mempunyai peranan penting untuk
pengembangan dan implementasi sistem adalah :
a.
Staf Bisnis (Business
Staff)
Staf bisnis
merupakan orang yang bertugas menganalisa workflow (urutan proses)
sistem manajemen yang sedang berjalan (workflow as-is)
dan mendesain workflow baru yang lebih efisien (Workflow
should-be).Staf bisnis haruslah orang yang menguasai ilmu yang berhubungan dengan proses bisnis yang
dianalisa, misalnya membuat analisa di departemen accounting maka staf
bisnis harus menguasai siklus akuntansi.
b.
Staf Operasi (Operation
Staff)
Staf operasi
merupakan staf yang bertanggung jawab pada kegiatan operasional sehari-hari,
misalnya backup data.
c.
Staf Pengembangan (Development
Staff)
Staf
pengembangan bertugas untuk mengembangkan sistem dengan mendisain
program-program yang diperlukan.
3.
Organization
Process (Proses Organisasi)
a.
Program dan proyek
manajemen (Program and Project Management)
Penerapan
sistem ERP biasanya merupakan bagian dari program dan proyekmanajemen, yang
dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manajemen.
Berikut ini
alasan mengapa perusahaan melakukan perubahan :
1.
Perubahan kebutuhan
pemakai atau bisnis
Peningkatan pesaing, pertumbuhan bisnis atau konsolidasi, merger
dan divestasi, peraturan baru, atau perubahan dalam hubungan regional
serta global dapat mengubah struktur dan tujuan organisasi. Agar tetap
responsif atas kebutuhan perusahaan, maka sistem juga harus berubah.
2.
Perubahan Teknologi
Sejalan dengan makin maju dan murahnya teknologi,
perusahaan dapat memanfaatkan berbagai kemampuan baru atau lama.
3.
Peningkatan Proses
Bisnis
Banyaknya perusahaan memiliki proses bisnis yang tidak
efisien sehingga membutuhkan pembaruan untuk memuaskan pelanggan.
4.
Keunggulan Kompetitif
Peningkatan kualitas, kuantias dan kecepatan informasi
dapat meningkatkan produk atau layanan serta dapat membantu mengurangi biaya.
5.
Perolehan Produktivitas
Komputer akan
mengotomatisasi pekerjaan administrasi secara rutin serta signfikan didalam
mengurangi waktu untuk melakukan tugas-tugas lainya.
6.
Pertumbuhan
Perusahan berkembang lebih basar dari sistemnya sehingga
harus meningkatkan atau melakukan perubahan terhadap sistemnya secara
keseluruhan.
7.
Penciutan
Perusahaan seringkali berpindah dari mainframe
terpusat ke jaringan PC atau sistem berbasis internet untuk mamanfaatkan rasio
harga/kinerja mereka. Hal ini menempatkan pengambilan keputusan dan informasi yang terkait sampai
ke bagan organisasi.
b.
Perubahan Proses Kerja
(Change Manajement)
Penerapan
sistem ERP berpengaruh terhadap budaya perusahaan, sehingga diperlukan
perubahan proses kerja (Change Manajement) pada masa penyesuaian atau yang sering
disebut proses implementasi.
Jika pada proses implementasi tersebut diperlukan perubahan
proses kerja yang cukup mendasar, maka perusahan harus melakukan rekayasa ulang
proses bisnis atau Business Process Reengineering (BPR) yaitu analisis
menyeluruh dan mendesain ulang yang lengkap atau proses bisnis dan sistem
informasi untuk mencapai peningkatan kualitas yang dramatis. Walaupun
memerlukan waktu yang cukup lama
beberapa keuntungan dari proses BPR yaitu :
·
Untuk menyederhanakan
sistem
·
Untuk membuatnya lebih
efektif
·
Untuk meningkatkan
kualitas serta layanan perusahaan
c.
Layanan dan Dukungan
dari IT Departemen (Support Service)
Untuk mengatasi
masalah yang terjadi pada sistem dan mendukung pelaksanaan dari sistem ERP agar
dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, diperlukan adanya layanan dan
dukungan dari IT departemen atau vendor
software. Dengan begitu para pengguna
(Users) akan mampu memahami sistem secara cepat, dan user akan
puas dengan sistem yang ada karena sistem tersebut dapat membantu kerja mereka
dan tidak merumitkan.
Pengimplementasian
sistem ERP bukan merupakan kejadian yang muncul kemudian berakhir. Skala sistem
yang sangat luas menyebabkan manajer menyadari yang terjadi tidak akan pernah
lengkap terselesaikan. Organisasi-organisasi akan terus berubah dan berkembang
dan sistem yang ada harus ikut berubah
dan berkembang bersama.
BAB
IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Secara garis besar, ERP bisa
digambarkan sebagai perkakas manajemen yang menyeimbangkan persediaan dan
permintaan perusahaan secara menyeluruh, berkemampuan untuk menghubungkan
pelanggan dan supplier dalam satu kesatuan rantai ketersediaan, mengadopsi
proses-proses bisnis yang telah terbukti dalam pengambilan keputusan, dan
mengintegrasikan seluruh bagian fungsional perusahaan; sales, marketing,
manufacturing, operations, logistics, purchasing, finance, new product
development, dan human resources.
Sehingga
bisnis dapat berjalan dengan tingkat pelayanan pelanggan dan produktifitas yang
tinggi, biaya dan inventory yang lebih rendah, dan menyediakan dasar untuk
e-commerce.
4.2
Saran
Sehubungan
dengan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis , maka penulis memberikan
saran yang diharapkan dapat berguna sebagai bahan pertimbangan dan masukan,
diantaranya adalah sebagai berikut:
1.
Adanya pemberian reward
perlu dipertahankan agar sasaran perusahan dapat tercapai.
2.
Adanya peningkatan terhadap pengendalian pencatatan dan
dokumen. Hal ini dapat dilakukan dengan pengarsipan terutama di kepustakaan
dengan pengarsipan ganda baik secara manual maupun terkomputerisasi.
3.
Informasi akuntansi diperbaharui dengan sistem online
yang terintegrasi sehingga semua informasi akuntansi lebih fleksibel dan dapat
mudah dikoreksi apabila terjadi
kesalahan.
4.
Promosi jabatan perlu ditingkatkan untuk menciptakan
semangat kerja para karyawan
DAFTAR PUSTAKA
M.Cs,
Ardiansyah. (2007). Topik Penelitian Tugas
Akhir & Skripsi Teknik Informatika (1)
Hartono, Mulia. (2008). 7
langkah mudah membangun sistem informasi ERP
https://id.wikipedia.org/
