CRM
PAPER KELOMPOK
TOPIK-TOPIK
LANJUTAN
SISTEM INFORMASI
Oleh
Kevi Rizkianto – 1501193681
Malvin
Prawono - 1501169146
Michael
Samuel C – 1501148204
Stefannus
Danny – 1501152012
06PJM / 2
Binus
University
Jakarta
2014
Binus University
Jurusan
Sistem Informasi
Paper
Kelompok Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester
Genap tahun 2014
CRM
Kevi Rizkianto
– 1501193681
Malvin
Prawono - 1501169146
Michael
Samuel C – 1501148204
Stefannus
Danny – 1501152012
06PJM / 2
Abstrak
Customer Relationship Management atau
CRM adalah merupakan suatu strategi dan usaha yang
bertujuan untuk menjalin hubungan dengan pelanggan serta
memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.Dengan pemanfaatan
CRM, perusahaan akan dapat mengetahui apa yang diharapkan dan
diperlukan pelanggannya sehingga akan mampu menciptakan hubungan bisnis yang baik
dan terbuka(transparan )serta komunikasi dua arah di antara mereka.Dengan
demikian loyalitas pelanggan dapat dipertahankan dan tidak
mudah berpindah ke lain produk dan merek milik perusahaan lain.
Keywords:
customer, management, software, sales, marketing, relationship.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada dasarnya, teknologi merupakan salah satu komponen penting
dalam sebuah kerangka CRM (Customer Relationship Management) yang efektif.
Karena, secara prinsip, tujuan diimplementasikannya konsep CRM adalah untuk
menjalin suatu hubungan atau relasi yang “intim” antara perusahaan dengan
masing-masing customer-nya, sehingga customer yang bersangkutan menjadi loyal
dengan perusahaan terkait. Jelas terlihat di sini adanya hal-hal lain yang
harus dipertimbangkan dalam CRM, seperti aspek psikologis, sosial, dan budaya.
Seringkali dikatakan bahwa, pada dasarnya, penerapan CRM merupakan
sebuah program change management bagi sebuah perusahaan yang berniat
mengimplementasikannya secara efektif. Melihat hal tersebut, jelas terlihat
bahwa pertimbangan penting yang harus dipikirkan oleh manajemen adalah kesiapan
perusahaan untuk melakukan perubahan paradigma yang cukup mendasar. Yakni, dari
perusahaan yang berorientasi produk menjadi perusahaan berorientasi customer,
dari perusahaan yang menerapkan push management system menjadi pull management
system, dari perusahaan yang berbasis fungsi/struktur menjadi perusahaan yang
berbasis proses, dari perusahaan yang tidak perduli dengan pentingnya
informasi, menjadi perusahaan yang information literacy-nya tinggi, dan lain
sebagainya.•
1.2 Ruang Lingkup
Mengingat luasnya cakupan ruang lingkup IS Profession, maka ruang lingkup yang dibahas dibatasi pada :
1.
Penjelasan tentang CRM
2. Kegunaan
dan implementasi CRM.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Berdasarkan pembahasan pada latar belakang, maka dapat ditentukan tujuan
penelitian ini, yaitu untuk mengetahui perkembangan CRM yang ada.
Hasil penelitian ini diharapkan
dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut :
1. Mahasiswa
dapat mengetahui peranan CRM dalam bisnis.
2. Mahasiswa
dapat menyusun srategi CRM
1.4 Metodologi
Penelitian
Metode yang digunakan
terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1.
Studi
pustaka
Metode pengumpulan informasi yang digunakan melalui studi
artikel media internet dan buku-buku referensi yang dapat dijadikan sumber dan
panduan dalam penyusunan penulisan ini.
2.
Metode
Analisis
Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah
dengan menganalisis dan me-review
perkembangan IS
Profession yang ada di Indonesia.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembahasan dan memberikan
gambaran yang sistematis dalam memahami topik yang disajikan, kami membagi
paper ini ke dalam bagian-bagian berupa bab yaitu :
BAB I : Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tentang
masalah pokok yang dibahas dalam paper ini, yang terdiri dari Latar Belakang,
Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaaat, Metodologi Penelitian, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : Landasan Teori
Dalam bab ini akan menguraikan teori
atau konsep yang melandasi hal-hal yang terdapat dalam penelitian ini, secara
umum dijelaskan tentang teori-teori yang berhubungan dengan kinerja sistem
informasi baik dikutip dari berbagai referensi maupun hasil riset yang didapat.
BAB III :
Pembahasan
Dalam bab ini berisi hasil penelitian
yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan pada
pendahuluan. Lalu menunjukkan bagaimana pemikiran atau temuan-temuan diperoleh,
menginterpretasikan temuan, dan mengaitkannya dengan teori yang digunakan.
BAB IV : Penutup
Dalam bab ini penulis akan menarik
bebarapa kesimpulan berdasarkan petunjuk dari buku-buku referensi, internet,
dan seminar teori-teori lanjutan sistem informasi serta saran yang mungkin akan
diterapkan untuk kemajuan perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Pengertian CRM
CRM adalah istilah dari information idustry mengenai metodologi,
software dan biasanya kemampuan untuk membantu sebuan perusahaan untuk
mengelola hubungan terhadap customer dengan cara terorganisasi.
CRM adalah proses untuk mengenlola semua aspek interaksi perusahaan
yang telah memiliki customers, calon pelanggan, sales dan service.
- Aplikasi CRM mencoba untuk memberikan pemahaman dan meningkatakan hubungan
perusahaan dengan customer dengan menggabungkan semua pandangan menjadi satu
gambaran.
CRM merupakan pendekatan yang terintegrasi untuk mengidentifikasi,
memperoleh dan mempertahankan pelanggan. Dengan memberikan organisasi untuk
mengelola dan mengkoordinasikan interaksi pelanggan pada beberapa chanel,
departemen, jalur bisnis, dan geografi, CRM
dapat membantu oragnisasi memaksimalkan keuntungan/value dari setiap interaksi pelanggan dan mendorong performance
perusahaan menjadi lebih unggul.
2.1.1 Jenis CRM
Ada beberapa variasi CRM dengan paket piranti lunak dalam
memfokuskan aspek yang berbeda. Beberapa diantara piranti lunak CRM yang dikenal adalah seperti berikut.
· Operasional
Operational CRM memberikan dukungan untuk proses bisnis di front office, seperti untuk penjualan,
pemasaran, dan staf pelayanan. Interaksi dengan pelanggan biasanya disimban
dalam sejarak kontak pelanggan, dan staf dapat melihat kembali informasi
pelanggan ketika dibutuhkan. Dengan sejarah kontak pelanggan ini, staf dapat
dengan cepat memperoleh informasi penting. Dapat meraih pelanggan dalam waktu
dan tempat yang tepat merupakan sesuatu yang sangat diinginkan.
· Penjualan.
Untuk penjualan biasa digunakan Sales Force Automation (SFA). SFA membantu
untuk otomatisasi aktivitas yang terkait dengan staf penjualan, seperti untuk
penjadwalan menghubungi pelanggan, pengiriman surat kertas maupun elektronik ke
pelanggarn, menelusuri respon pelanggan, membuat laporan, menilai tingkat
penjualan, proses order penjualan otomatis.
· Analitik.
Analytical CRM menganalisis data pelanggan untuk berbagai tujuan
seperti merancang dan menjalankan kampanye target pemasaran, termasuk melakukan cross-selling, up-selling, sistem
informasi manajemen untuk forecasting keuangan dan analisis profitabilitas
pelanggan.
· Intelijen Penjualan.
Intelijen Penjualan atau Sales
Intelligence dalam CRM adalah sejenis dengan Analytical CRM, tetapi ditekankan lebih jauh untuk piranti
penjualan langsung dengan fitur untuk mencari peluang Cross-selling/ Up-selling/ Switch-selling, kinerja penjualan,
kecenderungan pelanggan, margin pelanggan.
· Manajemen Kampanye.
Campaign management
mengkombinasikan elemen antara CRM
operasional dan analitik agar dapat menjalankan fungsi pembentukan kelompok
target dengan kriteria tertentu menggungakan data pelanggan, mengirimkan materi
yang terkait dengan kampanye produk untuk calon tertentu menggunakan berbagai
saluran seperti e-mail, telephone, SMS,
dan surat, menelusuri, menyimpan dan menganalisis statistik kampanye.
· Kolaboratif.
Collaborative CRM mencakup aspek-aspek yang ditangani korporasi
yang terkait dengan pelanggan pada berbagai departemen seperti pada bagian
penjualan, dukungan teknis, dan pemasaran. Staf dari berbagai departemen pada
korporasi yang sama dapat saling bertukar dan berbagi informasi yang
dikumpulkan ketika berinteraksi dengan pelanggan. CRM jenis ini bertujuan untuk menggunakan informasi yang
dikumpulkan secara bersama di semua departemen untuk peningkatkan kualitas pelayanan
yang diberikan.
2.1.2 Tujuan CRM
Menurut Caesar (2009), tujuan CRM yaitu :
1. Menggunakan hubungan dengan
pelanggan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan.
2. Menggunakan informasi untuk
memberikan pelayanan yang memuaskan.
3. Mendukung proses penjualan
berulang kepada pelanggan.
2.1.3 Kegunaan CRM
Database
customer didalam CRM dapat
digunakan untuk berbagai macam
kegunaan, diantaranya adalah
(Alkindi : 2010) :
1. Mendesain dan melaksanakan
marketing campaign untuk
mengoptimalkan efektifitas marketing.
2. Mendesain dan melaksanakan customer campaign yang spesifik
seperti cross selling, up-selling,
dan retensi.
3. Menilai respon customer
terhadap produk dan level service,
misalnya
seperti kenaikan harga, new product
development, dan lainnya.
4. Mengambil keputusan manajemen
seperti forecasting financial dan
costumer profitability analysis.
5. Prediksi terhadap level defect
yang tak diinginkan customer (churn
analysis).
2.1.4 Operasional CRM
Menurut Alkindi (2010), karena
kekuatan utama dari CRM adalah
database dari pelanggan, maka yang paling bertanggung jawab dalam Universitas Sumatera Utara penyediaan data ini
tak lain adalah front office, yaitu tak lain adalah sales, marketing, dan juga
tak ketinggalan service. Setiap interakasi dengan pelanggan akan dicatat dan
masuk dalam sistem kontak history pelanggan. Jika memang dibutuhkan data ini
akan bisa diolah kembali untuk kepentingan perusahaan. Salah satu kelebihan
yang diperoleh dari kontak history pelanggan adalah pelanggan dapat
berinteraksi dengan berbagai macam contact channel di dalam perusahaan dari
waktu ke waktu tanpa harus menjelaskan pada para officer komplain apa saja yang
telah mereka hadapi terdahulu.
Menurut Abraham Martinus
(Decision Support & System Manager PT Nutrifood Indonesia), Pelanggan
sangat penting peranannya bagi Perusahaan karena dengan adanya pelanggan
Perusahaan dapat menunjukkan bagaimana cara menangani setiap keluhan pelanggan
tersebut dengan waktu yang cepat dan tepat. Selama beberapa tahun keluhan
tersebut hanya disampaikan melalui telepon, yang dicatat oleh petugas pada
suatu buku monitor yang kemudian dimasukkan ke database dan di tindaklanjuti.
2.2 Pengertian Sistem
Menurut Abdul Kadir (2003:54),
sistem adalah sekumpulan elemen yang saling
terkait atau terpadu yang
dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Hanif Al Fatta (2007:3),
sistem merupakan kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai
tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan
berinteraksi serta hubungan antar objek bias dilihat sebagai satu kesatuan yang
dirancang untuk mencapai satu tujuan. Universitas Sumatera Utara Menurut Tata
Sutabri (2004:3), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan
dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling
berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.
2.3 Pengertian Informasi
Menurut Hanif Al Fatta (2007:9),
informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya
dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Menurut Tata Sutabri (2004:17), informasi
merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah atau
merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan
untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
2.4 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Al-Bahra bin Jamaludin
(2005:13), sistem informasi adalah sekumpulan
prosedur organisasi yang pada
saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi
pengambil keputusan dan/ atau
untuk mengendalikan organisasi.
Menurut Tata Sutabri (2004:36), sistem
informasi adalah suatu sistem
didalam suatu organisasi yang
mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian yang mendukung fungsi
operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan
kegiatan strategi dari suatu
organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan
yang diperlukan
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
Keunggulan CRM
Banyak
manfaat yang didapat dari integrasi ERP
dan CRM. Beberapa keuntungan dari
suksesnya implementasi system CRM
adalah peningkatkan kompetisi melalui pendapatan yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah;
meningkatnya kepuasan pelanggan/customer
dan tingkat retensi pelanggan; meningkatkan nilai pelanggan; berpotensi menilai
loyalitas para pelanggan, profitabilitas, serta kemampuan untuk mengukur
pembelian berulang; berapa biaya yang dikeluarkan. Sistem CRM menyediakan alat bagi para karyawan dalam mengelola kontak,
aktivitas, dokumen, dan kebutuhan informasi uang berguna untuk mengkustomisasi
strategi pemasaran sehingga bisa sesuai dengan
kebutuhan para pelanggan.
Faktor kritis lain dalam pengimplementasian adalah dengan menemukan strategi CRM yang konsisten dengan strategi perusahaan, menentukan skala dan lingkup perubahan suatu infrastruktur lintas fungsi yang diperlukan. Dan pada akhirnya, manajemen pun harus dengan bijaksana dan menerima jika tujuan yang diharapkan dari CRM ternyata tidak dapat dicapai.
Faktor kritis lain dalam pengimplementasian adalah dengan menemukan strategi CRM yang konsisten dengan strategi perusahaan, menentukan skala dan lingkup perubahan suatu infrastruktur lintas fungsi yang diperlukan. Dan pada akhirnya, manajemen pun harus dengan bijaksana dan menerima jika tujuan yang diharapkan dari CRM ternyata tidak dapat dicapai.
CRM juga dapat membantu
perusahaan untuk mengembangkan produk baru berdasarkan pengetahuan dan
informasi yang lengkap tentang keinginan para pelanggan, dinamika pasar dan
juga pesaing-pesaingnya dengan cara:
- Menjaga loyalitas pelanggan yang sudah ada
- Menarik pelanggan-pelanggan baru
-Cross Selling: yaitu
menjual produk lain yang mungkin dibutuhkan pelanggan berdasarkan kebutuhan pembeliannya
- Upgrading: yaitu
menawarkan status pelanggan yang lebih tinggi (silver card vs. gold card)
- Identifikasi pola kebiasaan pelanggan untukmenghindari
penipuan
- Mengurangi resiko-resiko operasional karena data pelanggan
yang tersimpan dalam satu sistem
- Meningkatkan respon yang lebih cepat ke pelanggan
- Meningkatkan efisiensi harga dan biaya karena otomasi
proses
- Meningkatkan kemampuan melihat dan mendapatkan peluang
- Dan lain sebagainya
Salah
satu contoh CRM yang baik adalah
situs www.amazon.com dimana pelanggan tidak hanya mendapatkan pengalaman yang
menyenangkan selama membeli buku tetapi pelanggan juga bisa melihat sejarah pembelian,
melihat rekomendasi tentang sebuah buku, memonitor pengiriman, mendapat banyak informasi
terbaru, dll.
3.2 ERP Vs CRM
Sistem
ERP adalah sebuah sistem back-ofice
sedangkan sistem CRM adalah merupakan
sistem front-office. Sistem ERP bertujuan membentuk sistem
informasi,sedangkan CRM bertujuan
membentuk data pelanggan. Namun Dua sistem tersebut bekerja bersama secara
interaktif untuk menghasilkan data yang dapat digunakan manajer dalam
meningkatkan kompetisi melalui pengurangan biaya-biaya dan peningkatan
penjualan.
Tujuan teknologi CRM adalah untuk menghubungankan fungsi front-office (penjualan, pemasaran, layanan pelanggan) dan back-office (keuangan, operasi, logistik, dan SDM) dengan pelanggan-pelanggan perusahaan.
Tujuan teknologi CRM adalah untuk menghubungankan fungsi front-office (penjualan, pemasaran, layanan pelanggan) dan back-office (keuangan, operasi, logistik, dan SDM) dengan pelanggan-pelanggan perusahaan.
3.3 Potensi dari CRM
Beberapan Potensi yang timbul dari sebuah CRM ternyata sangatlah besar,
diantaranya adalah:
-Dengan CRM dapat
kita dapat Mengetahui tingkat kepemilikan perusahaan pada konsumen, yaitu
dengan mengetahui kebutuhan konsumen.
- Dengan CRM
dapat kita dapat mengetahui Jumlah konsumen yang bertambah, yaitu mencari
konsumen baru disamping tetap memelihara tingkat kepuasan konsumen yang sudah
ada.
- Dengan CRM
dapat kita dapat Mengetahui ketidaknormalan pada setiap aktivitas transaksi,
yaitu mengetahui tindak kriminal seperti penipuan dan lain sebagainya.
- Dengan CRM
dapat kita dapat Mengetahui kebutuhan konsumen pada masa yang akan datang,
yaitu melalui hasil transaksi yang sudah dilakukan dan dari hasil analisa
data-data transaksi yang sudah terkumpul.
- Dengan CRM
dapat kita dapat Mampu menganalisa pola data transaksi, sebagai contoh mampu
mengetahui kombinasi produk yang akan dijual pada waktu-waktu tertentu.
- Dengan CRM
dapat kita dapat Mengetahui perbaikan yang harus dilakukan pada service yang
diberikan kepada konsuman.
- Dengan CRM
dapat kita dapat Mengurangi resiko operasional, yaitu dengan mengetahui
prediksi yang akan terjadi dan kesalahan yang pernah dilakukan melalui customer
history
3.4 Pengaruh
Internet pada CRM
Pada era globalisasi seperti sekarang Internet memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh dan bersifat global, sehingga pihak perusahaan serta pelanggan dapat saling berinteraksi tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.Dengan pemanfaatan internet sebuah perusahaan dapat menjangkau konsumen dalam skala global dengan modal yang terbatas, serta dapat melakukan kegiatan bisnis seperti promosi, pengenalan produk, penjelasan produk, harga produk,transaksi penjualan produk yang dapat lebih memudahkan konsumen.
Selain itu perusahaan dapat melakukan beberapa analisis
mengenai customer berdasarkan kriteria tertentu dan analisis yang dihasilkan
sangat beragam berdasarkan data informasi yang didapat(input), berupa pertanyaan, pengaduan, ataupun saran customer juga sering
membantu perusahaan dalam memperbaiki produk dan service-nya,dan juga dapat
menampilkan warning atau reminder seperti mengucapkan selamat ulang tahun lebih
awal dibandingkan pasangan atau kenalan customer tersebut sehingga membuat
customer senang, ini merupakan salah satu contoh kegunaan warning atau reminder
pada sistem CRM. warning, atau reminder
juga bisa digunakan untuk mengingatkan customer pada suatu event tertentu,
misalnya tanggal jatuh tempo pada produk/service tertentu, hal ini akan membantu
memperlancar kegiatan bisnis sehingga perusahaan dapat membangun hubungan baik
dan berkelanjutan yang bersifat langsung dengan konsumen (direct marketing).
Bila CRM berbasis
internet sudah terjadi seperti ini, maka perusahaan mendapatkan keuntungan sebagai
berikut :
· Perusahaan dapat Meningkatkan Laba dengan cara
menggunakan hubungan yang sudah ada antara perusahaan dan pelanggan.
· Perusahaan dapat Menciptakan pelayanan yang memuaskan
menggunakan informasi yang terintegrasi. Dengan menggunakan informasi pelanggan
yang lebih baik dalam mencukupi kebutuhan pelanggan, dapat menghemat waktu
pelanggan dan mengurangi frustasi.
· Perusahaan dapat Menampilkan konsistensi, prosedur dan
proses saluran jawaban.Dengan meningkatnya saluran hubungan pelanggan, banyak
pekerja pula yang tercakup dalam transaksi penjualan. Tanpa ukuran atau
kompleksitas perusahaan harus memperbaiki proses dan konsistensi prosedural
dalam pengelolaan akuntan dan penjualan.
-dan dengan adanya internet maka pencapaian tujuan dari CRM
dilakukan secara lebih cepat dan maximal(tepat sasaran)
3.5 Strategi CRM
Tujuan dari strategi CRM
adalah tidak lain untuk membentuk interaksi antara perusahaan dan pelanggannya
dengan cara memaksimalkan nilai-nilai hidup pelanggan untuk perusahaan. Hal ini
juga mencerminkan filosofi bahwa tidak semua pelanggan diciptakan sama dengan
kata lain setiap pelanggan memiliki kemamuan dan kepribadian yang berbeda.
Gambar : Komponen Strategi CRM
Strategi CRM
membutuhkan empat komponen :
1.Customer-management orientation :
Customer-management orientation mencakup sekumpulan
nilai-nilai perusahaan serta strategi dan aksi-nya dalam mengimplementasikan
customer management principles
2.Integration and alignment
of organizational processes
Integration and alignment of organizational processes
dikelola dengan memahami nilai-nilai yang akan diberikan pada pelanggan yang
telah ditargetkan sesuai dengan prosesnya. Komponen ini dapat digunakan untuk
menjelaskan dan merancang proses
organisasinya
3.Information capture and alignment of technology
Information capture and alignment of technology
dikarakteristikan oleh kemampuan dalam mentransfer data menjadi dalam bentuk
informasi
4.CRM strategy implementation
Pengimplementasian CRM
dalam proses dan aktivitas dibutuhkan untuk menyukseskan strategi CRM
Tahapan pokok CRM
terdiri dari :
1. Analisis
portofolio pelanggan akan dapat menghasilkan pengelompokan pelanggan-pelanggan
mana yang memberikan profit/keuntungan sehingga perlu mendapatkan perhatian
yang lebih dan pelanggan mana yang kurang/tidak menguntungkan.
Untuk melakukan analisis portofolio ini maka diperlukan data atau informasi tentang pelanggan.
Untuk melakukan analisis portofolio ini maka diperlukan data atau informasi tentang pelanggan.
2. Customer intimacy, untuk memelihara kedekatan relasi dengan pelanggan maka perusahaan harus
mempunyai data warehousing yang tertata dengan baik sehingga melalui analisis
data peruahaan dapat lebih mengenal pelanggan dengan lebih baik pula.
3. Dukungan dari
jejaring (seperti: suppliers, owners, partners, employees)
sangatlah diperlukan agar perusahaan dapat mampu memberikan pelayanan yang
terbaik bagi pelanggan.
4. Dengan
mengenal pelanggan secara lebih baik serta mengetahui kemampuan dirinya
(termasuk dukungan jejaring),maka perusahaan dapat bisa mengembangkan dan
memberikan customer value yang lebih baik melalui pengembangan beberapa
benefits bagi pelanggan.
5. Dengan
memanajemen daur hidup pelanggan secara lebih baik diharapkan customer life
dapat diperpanjang dan biaya transaksi akan berkurang, sehingga perusahaan
boleh berharap akan mendapatkan keuntungan yang besar.
Lima tahapan pokok CRM
di atas dapat berjalan dengan optimal bila mendapatkan dukungan yang memadai
dari lingkungan sekitarnya.lingkungan tersebut seperti: kepemimpinan (pemimpin
yang memiliki komitmen terhadap CRM),
kultur (berorientasi pada pelanggan), teknologi informasi dan data, manusia
(manajemen dan karyawan memiliki pengetahuan yang luas dan keterampilan yang
baik), serta sistem proses.
3.6 Implementasi CRM
Untuk
mengimplementasikan sebuah strategi CRM,diperlukan
paling tidak 3 (tiga) faktor kunci:
1 orang-orang yang profesional (kualifikasi memadai)
2 proses yang didesain dengan baik
3 teknologi yang memadai (leading-edge technology).
1 orang-orang yang profesional (kualifikasi memadai)
2 proses yang didesain dengan baik
3 teknologi yang memadai (leading-edge technology).
Penjelasan
:
· Aspek Pertama
Orang meliputi internalisasi cara berpikir orang tentang
bagaimana melayani para konsumen. Visi implementasi CRM harus jelas dan dipahami dengan baik oleh semua karyawan dalam
perusahaan. berikutnya adalah aspek kesiapan dari sisi pengetahuan dan
keterampilan. Perusahaan perlu mengadakan pelatihan-pelatihan/training dan proses belajar yang membuat
yang memadai agar karyawan lebih siap
dalam proses implementasi CRM.
· Aspek Kedua
Dari sisi proses dan prosedur, perusahaan harus dapat mendefiniskan
secara lebih jelas target market yang kan dibidik dan prosedur perusahaan
secara lebih rinci dalam melayani para konsumen. Hal ini adalah hal yang penting
agar karyawan yang berhubungan langsung dengan konsumen memiliki aturan yang
jelas tentang bagaimana cara melayani pelanggan mereka agar pelanggan tersebut
puas(keinginannya terpenuhi). Selain itu, satu hal yang juga penting adalah
bagaimana perusahaan menghubungkan antara kepuasan pelanggan dengan kinerja
karyawan.
· Aspek Ketiga
Strategi pemilihan dan pengembangan teknologi CRM. Perusahaan perlu membuat blue print tentang teknologi CRM seperti apa yang tepat digunakan,serta
bagaimana proses implementasinya, training, dan juga penerapannya yang berhubungan
dengan sistem yang sudah ada/berjalan sekarang.
Tenaga yang profesional bukan hanya sekedar mengerti
bagaimana menghadapi pelanggan tetapi juga dapat mengerti cara menggunakan
teknologi (untuk CRM). Apapun tanpa
desain yang baik akan gagal, begitu juga CRM.
Perusahaan dalam penggunaan CRM harus
sudah mengetahui tujuan (business objectives) dan tuntutan bisnis (business requirements) yang diinginkan dari implementasi CRM ini. Teknologi CRM paling tidak
harus memiliki elemen-elemen berikut:
- Aturan-aturan Bisnis: aturan-aturan bisnis harus dibuat
untuk memastikan bahwa transaksi dengan pelanggan dilakukan dengan efisien.
Misalnya seperti pelanggan dengan pembelian besar yang mendatangkan keuntungan
besar harus dilayani oleh staf penjualan senior dan berpengalaman, dst.
-Penggudangan Data (data
warehousing): konsolidasi dari
informasi tentang para pelanggan harus dilakukan dalam satu sistem terpadu. Hasil
analisa harus dapat menampilkan petunjuk-petunjuk tertentu tentang para pelanggan
sehingga staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye terfokus
terhadap grup pelanggan tertentu. Nantinya gudang data ini juga harus mampu
menaikkan volume penjualan dengan cross-selling atau up-selling.
- Situs (web): CRM dengan aplikasi berbasis situs (web based)
yang bisa mendukung ini. Pelanggan bisa melakukan transaksi sendiri, tahu
berapa yang harus dibayar, dsb.
- Pelaporan (reporting):
teknologi CRM harus mampu
menghasilkan output laporan yang akurat dan komprehen, nantinya berguna untuk menganalisa
kepribadian pelanggan, dll.
- Meja Bantu (helpdesk):
teknologi yang dikembangkan dapat mengintegrasikan informasi pelanggan ke aplikasi
meja bantu yang akan menunjukkan ke pelanggan seberapa serius sebuah enterprise
menangani pelanggannya
3.7 Teknologi
Pendukung CRM
· Customer Database
Sebuah sistem tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan
database. Begitu pula dengan CRM ini.
Yang menjadi tulang punggung dari sistem ini adalah database dari customer.
Informasi yang diperoleh dari konsumen baik berupa interaksi dengan perusahaan
dan prospek kedepannya akan menjadi sangat berharga, termasuk juga informasi yang
diperoleh dari order pelanggan, informasi tentang support yang telah diberikan,juga
request customer, complain, interview dan survey yang telah diberikan. Bagi sistem CRM kesemua hal itu adalah input data yang sangat berharga bagi
perusahaan.
· Customer Intelligence
Customer intelligence adalah upaya untuk
menggolongkan/mengkategorikan pelanggan sesuai dengan kebutuhannya
masing-masing. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan bantuan software atau
pengerjaan manual. Setelah dikategorikan perushaan akan dengan mudah memasukkan
costumer tersebut kedalam permainan
strategi bisnis suatu perusahaan. Sebagai Contohnya adalah pembagian customer
potensial, kostumer biasa, dan kostumer tak potensial. Ini akan memudahkan kita
untuk mengetahui apakah kostumer itu cukup puas atau tidak.
· Customer Capacity and Competency Development
Tujuan utamanya adalah continous improvement yang
memungkinkan perusahaan berada sedikit lebih dekat dengan apa yang dimaui oleh customer.
Sistem yang kompleks memang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut, tapi bukan
hanya itu saja, praktek langsung yang jauh dan lebih powerful untuk mencapai
level kepuasan pelanggan yang diinginkan, kombinasi sempurna dari manusia dan
teknologi akan dapat menghasilkan salah satu core competencies yang memungkinkan perusahaan akan terus berada di
depan dalam kompetisi CRM.
Kesuksesan dalam memilih tools, teknologi, dan praktek langsung suatu saat akan ditiru oleh perusahaan yang lain ketika kombinasi itu telah terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM.Namun market leader tak kan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan customer yang cenderung berubah-ubah.
Kesuksesan dalam memilih tools, teknologi, dan praktek langsung suatu saat akan ditiru oleh perusahaan yang lain ketika kombinasi itu telah terbukti sukses. Hal ini akan menyebabkan perusahaan kita menjadi market leader dalam CRM.Namun market leader tak kan dapat dipertahankan lama bila tak ada perubahan dinamis didalam perusahaan yang disesuaikan dengan pergerakan keinginan customer yang cenderung berubah-ubah.
3.8 Masalah Yang
mungkin terjadi
Perlu dipahami bahwa teknologi merupakan bagian terakhir
untuk melengkapi seluruh proses CRM
itu sendiri. Teknologi bukan segalanya dalam CRM, teknologi bisa dibawa belakangan dan teknologi siap pakai
sudah tersedia. Yang utama dalam hal ini adalah persiapan proses bisnis, tujuan
implementasi, sampai sedalam dan sejauh apa CRM
mau digunakan, sejauh mana hubungan dengan pelanggan yang akan dibina, data
atau sistem apa yang sudah dan sedang digunakan.dibutuhkan sedikit ekstra waktu
untuk menjawab semua hal itu setelah itu, memikirkan biaya, skala, servis yang
dibutuhkan, penyedia jasa yang diperlukan, konsultan pendidik yang harus
didatangkan dan solusi-solusi CRM
macam apa yang vendor tawarkan. Masalah fatal dan besar yang akan mungkin
terjadi, seperti aplikasi TI lainnya, adalah terbuangnya feature atau kelebihan-kelebihan
yang ditawarkan TI secara percuma/mubazir. Pelanggan akan tetap mengeluh,
hubungan dengan pelanggan tetap transaksional, tidak adanya peningkatan
efisiensi, staf sales dan marketing masih saling menyembunyikan data, profit
perusahaan yang stagnan, dll.
BAB IV
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
CRM merupakan salah satu alternatif strategi yang
dapat diterapkan oleh perusahaan untuk memperoleh profit melalui manajemen
hubungannya dengan pelanggan.
Dalam penerapan serta pengembangan CRM tersebut, diperlukan proses yang
memungkinkan perusahaan untuk menganalisa informasi pelanggannya agar perushaan
dapat memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan
3.2
Saran
Kunci utama dalam mendukung keberhasilan CRM adalah menjaga dan mengikuti perubahan
yang berlangsung terus menerus , baik perubahan dari segi sistem kerjanya,
teknologi informasi, budaya kerja,peningkatan kualitas sumber daya merupakan
hal yang sangat penting. Perusahaan harus dapat membina karyawannya dapat lebih
berkomunikasi dan menjalin hubungan yang baik dengan para pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:
Posting Komentar