IS
Profession
PAPER KELOMPOK
TOPIK-TOPIK
LANJUTAN
SISTEM INFORMASI
Oleh
Kevi Rizkianto – 1501193681
Malvin
Prawono - 1501169146
Michael
Samuel C – 1501148204
Stefannus
Danny – 1501152012
06PJM / 2
Binus
University
Jakarta
2014
Binus University
Jurusan
Sistem Informasi
Paper
Kelompok Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester
Genap tahun 2014
IS
Profession
Kevi Rizkianto
– 1501193681
Malvin
Prawono - 1501169146
Michael
Samuel C – 1501148204
Stefannus
Danny – 1501152012
06PJM / 2
Abstrak
Perkembangan
zaman yang diiringi kemajuan teknologi, mendorong kita untuk senatiasa berupaya
meningkatkan kemampuan dalam hal penguasaan teknologi
informasi. Dalam hal ini kita juga harus
memperhatikan kode etik dalam IT. Kode etik Kode etik adalah sistem norma,
nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang
benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode
etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus
dilakukan dan apa yang harus dihindari.
Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau
nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan naluriah yang
telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga profesional. Jadi
ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang bukan karena paksaan. Dengan
demikian tenaga profesional merasa bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka
profesinya akan rusak dan yang rugi adalah dia sendiri. Kode etik bukan
merupakan kode yang kaku karena akibat perkembangan zaman maka kode etik
mungkin menjadi usang atau sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman.
Kata
Kunci
Etika,
Profesional, Sistem Informasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai negara
yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, Indonesia
pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan etika di bidang tersebut. Mengadopsi
pemikir dunia di atas, etika di bidang komputer berkembang menjadi kurikulum
wajib yang dilakukan hampir semua perguruan tinggi di bidang komputer di
Indonesia “ ETIKA dan PROFESIONALISME TEKNOLOGI INFORMASI “. Perkembangan
teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, seperti revolusi yang
memberikan banyak perubahan pada cara berpikir manusia, baik dalam usaha
pemecahan masalah, perencanaan, maupun dalam pengambilan keputusan.
Perubahan yang
terjadi pada cara berpikir manusia akan berpengaruh terhadap pelaksanaan dan
cara pandang manusia terhadap etika dan norma-norma dalam kehidupannya. Orang
yang biasanya berinteraksi secara fisik, melakukan komunikasi secara langsung
dengan orang lain, karena perkembangan teknologi internet dan email maka interaksi
tersebut menjadi berkurang. Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan
manusia untuk menjawab tantangan hidup. Jadi, faktor manusia dalam teknologi
sangat penting. Ketika manusia membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka
manusia yang lain akan mengalahkannya.
Oleh karena itu,
pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaan tetap
harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan
terhadap teknologi belaka.
1.2 Ruang Lingkup
Mengingat luasnya cakupan ruang lingkup IS Profession, maka ruang lingkup yang dibahas dibatasi pada :
1.
Penjelasan tentang IS
Profession.
2. Kegunaan
IS Profession.
1.3 Tujuan dan Manfaat
Berdasarkan pembahasan pada latar belakang, maka dapat ditentukan tujuan
penelitian ini, yaitu untuk mengetahui perkembangan IS Profession yang ada.
Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut :
1. Untuk
mengetahui definisi atau pengertian
dari IS Profession.
2. Untuk mengetahui kegunaan IS Profession.
1.4 Metodologi
Penelitian
Metode yang digunakan
terdiri dari beberapa bagian, yaitu :
1.
Studi
pustaka
Metode pengumpulan informasi yang digunakan melalui studi
artikel media internet dan buku-buku referensi yang dapat dijadikan sumber dan
panduan dalam penyusunan penulisan ini.
2.
Metode
Analisis
Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah
dengan menganalisis dan me-review
perkembangan IS
Profession yang ada di Indonesia.
1.5 Sistematika Penulisan
Untuk mempermudah pembahasan dan memberikan
gambaran yang sistematis dalam memahami topik yang disajikan, kami membagi
paper ini ke dalam bagian-bagian berupa bab yaitu :
BAB I : Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan tentang
masalah pokok yang dibahas dalam paper ini, yang terdiri dari Latar Belakang,
Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaaat, Metodologi Penelitian, dan Sistematika
Penulisan.
BAB II : Landasan Teori
Dalam bab ini akan menguraikan teori
atau konsep yang melandasi hal-hal yang terdapat dalam penelitian ini, secara
umum dijelaskan tentang teori-teori yang berhubungan dengan kinerja sistem
informasi baik dikutip dari berbagai referensi maupun hasil riset yang didapat.
BAB III :
Pembahasan
Dalam bab ini berisi hasil penelitian
yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan pada
pendahuluan. Lalu menunjukkan bagaimana pemikiran atau temuan-temuan diperoleh,
menginterpretasikan temuan, dan mengaitkannya dengan teori yang digunakan.
BAB IV : Penutup
Dalam bab ini penulis akan menarik
bebarapa kesimpulan berdasarkan petunjuk dari buku-buku referensi, internet,
dan seminar teori-teori lanjutan sistem informasi serta saran yang mungkin akan
diterapkan untuk kemajuan perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Etika
Istilah Etika
berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos
sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu :
tempat tinggal yang biasa, padang
rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.
Arti dari bentuk
jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh
Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul
kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau
ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens, 2000).
Biasanya bila
kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah kata maka kita akan mencari
arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidak semua kamus mencantumkan
arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebut dapat kita lihat dari
perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap arti kata ‘etika’
yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan Kamus Bahasa
Indonesia yang baru.
Dalam Kamus
Bahasa Indonesia yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari
Bertens,2000), etika mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan tentang
asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata ‘etika’ dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 –
mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :
- ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak);
- kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
- nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Dari perbadingan kedua kamus
tersebut terlihat bahwa dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama hanya terdapat
satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu. Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang
baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnya sedang membaca sebuah kalimat di
berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etika merosot terus” maka kata ‘etika’
di sini bila dikaitkan dengan arti yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia
yang lama tersebut tidak cocok karena maksud dari kata ‘etika’ dalam
kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmu melainkan ‘nilai mengenai benar
dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat’.
Jadi arti kata ‘etika’
dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tidak lengkap.
K. Bertens berpendapat bahwa arti
kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia tersebut dapat lebih
dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baik dibalik, karena arti kata ke-3
lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehingga arti dan susunannya menjadi
seperti berikut :
1. Nilai dan norma moral
yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah
lakunya.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.
2.
Kumpulan asas atau nilai moral.
Yang dimaksud di sini adalah kode
etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik
3. Ilmu tentang yang baik
atau buruk.
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafat moral.
2.2 Profesionalisme
Tangkilisan (2005) menyatakan bahwa, Profesi
sebagai status yang mempunyai arti suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan,
mencakup illmu pengetahuan, keterampilan dan metode.
Menurut De
George Profesi, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Menurut Hardjana (2002),
pengertian Profesional adalah orang yang menjalani profesi sesuai dengan
keahlian yang dimilikinya.
Menurut Tanri
Abeng (dalam Moeljono, 2003: 107), pengertian professional terdiri atas tiga
unsur, yaitu knowledge, skill, integrity, dan selanjutnya ketiga unsur tersebut
harus dilandasi dengan iman yang teguh, pandai bersyukur, serta kesediaan untuk
belajar terus-menerus.
Menurut Siagian
(dalam Kurniawan, 2005:74), profesionalisme adalah keandalan dalam
pelaksanaan tugas sehingga terlaksana dengan mutu yang baik, waktu yang tepat,
cermat dan dengan prosedur yang mudah dipahami dan diikuti oleh pelanggan atau
masyarakat.
Menurut
Abdulrahim (dalam suhrawardi, 1994 :10) bahwa profesionalisme biasanya
dipahami sebagai kualitas yang wajib dipunyai setiap eksekutif yang baik,
dimana didalamnya terkandung beberapa ciri sebagai berikut :
- Punya Keterampilan tinggi dalam suatu bidang, serta kemahiran dalam mempergunakan peralatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
- Punya ilmu dan pengetahuan serta kecerdasan dalam menganalisa suatu masalah dan peka didalam membaca situasi, cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar kepekaan.
- Punya sikap berorientasi ke hari depan, sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terentang dihadapannya.
- Punya sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi dirinya dan perkembangan pribadinya.
2.3 Sistem Informasi
Sistem berasal dari bahasa
Latin (systēma) dan bahasa
Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
Sistem juga merupakan kesatuan
bagian-bagian yang saling berhubungan yang
berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum
misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen
kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu
negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara
tersebut.
Kata “sistem” banyak sekali
digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum
diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada
banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang
paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di
antara mereka.
Elemen sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk
sebuah sistem, yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme
pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai
elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan
(Goal), entah hanya satu atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi
pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah
dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang
lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah
segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang
diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik)
maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah,
sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa
pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang
melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang
berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga
bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau
limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit,
proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output)
merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi,
keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan
daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang
lingkup, atau kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan
permainan dan keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong
dipengaruhi oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana
dari bank. Tentu saja batas sebuah sistem dapat
dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh,
dengan menjual saham ke publik, sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan
dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan
Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan
balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem
dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan
yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak
mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap
harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
Jenis sistem
Ada berbagai tipe sistem berdasarkan kategori:- Atas dasar keterbukaan:
- sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya.
- sistem tertutup.
- Atas dasar komponen:
- Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
- Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1
ACM
ACM(Association for Computing
Machinery) atau Asosiasi untuk Permesinan Komputer adalah sebuah serikat ilmiah
dan pendidikan computer pertama didunia yang didirikan pada tahun 1947 SIG dan
ACM, mensponsori konferensi yang bertujuan untuk memperkenalkan inovasi baru
dalam bidang tertentu. Tidak hanya mensponsori konferensi ,ACM juga pernah
mensponsori pertandingan catur antara Garry Kasparov dan computer IBM DeepBlue.
ACM telah
menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana ia telah membuat seluruh
publikasi yang tersedia .ACM perpustakaan digital merupakan koleksi terbesar
didunia informasi mengenai mesin komputasi dan berisi arsip jurnal ,majalah
,prosiding konferensi online,danisu-isu terkini ACM publikasi.
Layanan online
termasuk forum yang disebut Ubiquity dan TechNews mencerna,baik yang berisi informasi
terbaru tentang dunia IT. Pesaing utama ACM adalah IEEE Computer Society.
Perbedaan antara ACM dan IEEE adalah, ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis
dan aplikasi pengguna akhir, sementara IEEE lebih memfokuskan pada
masalah-masalah hardware dan standardisasi.
Cara lain untuk
menyatakan perbedaan yaitu ACM adalah ilmuwan komputer dan IEEE adalah untuk
insinyur listrik, meskipun subkelompok terbesar adalah IEEE Computer Society.
ACM memiliki empat "Boards" yaitu:
1.
Publikasi
2.
SIG Governing Board,
3.
pendidikan, dan
4. Badan Layanan Keanggotaan
ACM juga memiliki sifat :
berfokus pada ilmu
komputer teoritis dan aplikasi pengguna akhir
ACM adalah ilmuwan
computer
ACM telah menciptakan sebuah perpustakaan digital dimana
membuat banyak publikasi yang tersedia. perpustakaan digital ACM adalah koleksi
terbesar di dunia informasi tentang mesin komputasi dan berisi arsip jurnal,
majalah, prosiding konferensi online, dan isu-isu terkini publikasi ACM. online
termasuk forum yang disebut Ubiquity dan Tech News yang berisi informasi
terbaru tentang dunia IT.
Pesaing utama ACM adalah IEEE Computer Society . Sulit untuk generalisasi akurat tentang perbedaan antara keduanya, tetapi ACM berfokus pada teori ilmu komputer dan aplikasi pengguna akhir sementara IEEE lebih memfokuskan pada perangkat keras dan masalah standardisasi.
berikut ini adalah kurikulum ilmu komputer tahun 2010
standar ACM, antara lain :
1. Computer Engeneers ( Teknik Komputer ).
Teknik komputer (CE) siswa mempelajari desain hardware
digital dan perangkat lunak termasuk sistem komunikasi, sistem dan perangkat
komputer. Bagi mereka, program ini difokuskan pada perangkat digital dan
antarmuka dengan pengguna dan perangkat lainnya.
Suatu daerah penting dalam komputasi rekayasa adalah
pengembangan embedded system. Perangkat seperti ponsel, pemutar audio digital,
perekam video digital, sistem alarm, mesin sinar-x, dan alat-alat bedah laser
yang semua memerlukan integrasi hardware dan perangkat lunak tertanam, dan
semua hasil rekayasa komputer.
2. Computer Saints ( Ilmu Komputer ).
mencakup kisaran dari teori melalui pemrograman untuk
memotong-tepi pengembangan solusi komputasi. Ilmu komputer menawarkan landasan
yang memungkinkan lulusan untuk beradaptasi dengan teknologi baru dan ide-ide
baru.
Karya ilmuwan komputer jatuh ke dalam tiga kategori:
1. MERANCANG DAN MEMBANGUN PERANGKAT LUNAK
2. MENGEMBANGKAN CARA-CARA EFEKTIF UNTUK MEMECAHKAN MASALAH KOMPUTASI, SEPERTI MENYIMPAN INFORMASI DALAM DATABASE, PENGIRIMAN DATA MELALUI JARINGAN ATAU MENYEDIAKAN PENDEKATAN BARU UNTUK MASALAH KEAMANAN; DAN
3. MENYUSUN BARU DAN LEBIH BAIK CARA MENGGUNAKAN KOMPUTER DAN MENGATASI TANTANGAN KHUSUS DI BIDANG-BIDANG SEPERTI ROBOTIKA, VISI KOMPUTER, ATAU FORENSIK DIGITAL (MESKIPUN INI SPESIALISASI TIDAK TERSEDIA DI SEMUA PROGRAM ILMU KOMPUTER).
KEBANYAKAN PROGRAM KOMPUTER ILMU MEMERLUKAN BEBERAPA LATAR BELAKANG MATEMATIKA, UNTUK ITU KITA PERLU MEMPERTIMBANGKAN APA YANG TERLIBAT DALAM JALUR KARIER DI DAERAH MASING-MASING, ANTARA LAIN :
• Karir jalur 1 :
merancang dan mengimplementasikan perangkat lunak. Hal ini
mengacu pada karya pengembangan perangkat lunak yang telah berkembang untuk
memasukkan aspek pengembangan web, desain interface, masalah keamanan,
komputasi mobile, dan sebagainya. Ini adalah jalan karir yang mayoritas lulusan
ilmu komputer ikuti. Sementara gelar sarjana umumnya cukup untuk masuk ke jenis
karir, profesional banyak perangkat lunak kembali ke sekolah untuk mendapatkan
gelar master terminal. (Jarang adalah doktor yang terlibat.)
Peluang karir terjadi dalam berbagai macam pengaturan
termasuk perusahaan perangkat lunak besar atau kecil, layanan komputer besar
atau kecil perusahaan, dan organisasi besar dari semua jenis (industri,
pemerintah, perbankan, kesehatan, dll). Program gelar dalam rekayasa perangkat
lunak juga mendidik siswa untuk jalur karier.
• Jalur Karir 2:
Merancang cara-cara baru untuk menggunakan komputer. Hal ini
mengacu pada inovasi dalam penerapan teknologi komputer. Sebuah jalur karir di
bidang ini dapat melibatkan pekerjaan lulusan maju, diikuti dengan posisi di
sebuah universitas riset atau penelitian industri dan laboratorium
pengembangan, yang dapat melibatkan aktivitas kewirausahaan seperti ini
terlihat selama booming dot-com pada tahun 1990-an, atau dapat melibatkan kombinasi
dari keduanya.
• Jalur Karir 3:
Mengembangkan cara-cara efektif untuk memecahkan masalah
komputasi. Hal ini mengacu pada aplikasi atau perkembangan teori ilmu komputer
dan pengetahuan tentang algoritma untuk memastikan solusi terbaik untuk masalah
komputasi intensif.
Sebagai masalah praktis, jalur karir dalam pengembangan
teori ilmu komputer baru biasanya membutuhkan kerja lulusan untuk Ph.D.
tingkat, diikuti oleh posisi di sebuah universitas riset atau penelitian
industri dan pengembangan laboratorium.
• Jalur Karir 4:
Perencanaan dan pengelolaan infrastruktur teknologi
organisasi. Ini adalah jenis pekerjaan yang teknologi informasi yang baru (TI)
program eksplisit bertujuan untuk mendidik siswa.
Karir jalur 2 dan 3 adalah merupakan domain lulusan ilmu komputer.
Karir jalur 2 dan 3 adalah merupakan domain lulusan ilmu komputer.
Karir jalur 1 dan 4 telah menelurkan jurusan baru dalam
rekayasa perangkat lunak dan teknologi informasi, masing-masing, dan sistem
informasi lulusan sering mengikuti jalan Karir 1 juga.
Ilmuwan komputer terus mengisi posisi-posisi ini, tapi
program dalam rekayasa perangkat lunak, teknologi informasi, dan sistem
informasi menawarkan jalur alternatif untuk karir ini.
3. Information System ( Sistem Informasi ).
bersangkutan dengan informasi bahwa sistem komputer dapat
memberikan untuk membantu sebuah perusahaan, non-profit atau organisasi
pemerintah dalam mendefinisikan dan mencapai tujuannya. Hal ini juga berkaitan
dengan proses yang perusahaan dapat menerapkan dan meningkatkan menggunakan
teknologi informasi.
IS profesional harus memahami faktor-faktor baik teknis dan
organisasional, dan harus dapat membantu organisasi menentukan bagaimana
informasi dan teknologi memungkinkan proses bisnis dapat memberikan dasar untuk
kinerja organisasi yang unggul.
4. Software Engineers ( Rekayasa Perangkat Lunak ).
Rekayasa perangkat lunak (SE) yang bersangkutan dengan
mengembangkan dan memelihara sistem perangkat lunak yang berperilaku andal dan
efisien, terjangkau untuk mengembangkan dan memelihara, dan memenuhi semua
persyaratan bahwa pelanggan telah ditetapkan untuk mereka. Hal ini penting
karena dampak besar, sistem perangkat lunak yang mahal dan peran perangkat
lunak dalam keselamatan-aplikasi.
3.2 Contoh Profesi dari Sistem Informasi
Posisi / Jabatan dalam Dunia IT yang dikutip dari Indonesia Salary Guide 2006 dan berbagai sumber, antara lain : System Analyst, Analyst Programmer, ERP (enterprise resource planning) Consultant, Systems Programmer / Software Engineer, Web Designer, Systems Engineer, Tester, Database Administrator, Manager, IT Manager, Project Manager, Account Manager, Helpdesk Analyst, IT Executive, IT Administrator, Network Administrator, Security Network Analyst, Network Support Engineer, Business Development, dan masih banyak lagi.
profesi-profesi IT di Indonesia antara lain :
- IT Support Officer, tanggung jawabnya ialah :
o
menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan
permintaan bantuan IT.
o
membeli hardware IT, software dan hal-hal lain
yang berhubungan dengan hal tersebut.
o
instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan
harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan
termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
o
korespondensi dengan penyedia jasa eksternal
termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software
supplier, dll.
o
mengatur penawaran harga barang dan tanda terima
dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
o
menyediakan data / informasi yang dibutuhkan
untuk pembuatan laporan department regular.
- Network Administrator, mengurusi, mengoperasi, maintain, dan perawatan jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya, mengarsipkan data, serta maintain dan perawatan komputer.
- Network Engineer, melaksanakan komunikasi dan analisa sistem networking, mendesain perencanaan untuk integrasi, mendukung jaringan pada internet, intranet dan ekstranet, serta menganalisa dan ikut mengambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan dan implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN dan WAN. Sedangkan untuk tugas dan tanggung jawabnya adalah maintenance LAN dan koneksi internet, maintenance hardware, maintenance database dan file, help desk, dan inventory.
- IT Programmer, tanggung jawabnya adalah mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak, mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak, menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan, menyediakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal, bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan, melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, , mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan, dan membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
- Analyst Programmer, merancang, membuat kode program dan menguji program untuk mendukung perencanaan pengembangan aplikasi sistem.
- Web Designer, mengembangkan rancangan inovatif aplikasi web-based beserta isi dari aplikasi tersebut.
- Systems Programmer / Software Engineer, terbiasa dengan pengembangan software ‘life cycles’, memiliki ketrampilan dalam merancang aplikasi, menyiapkan program menurut spesifikasi, dokumentasi / ’coding’, dan pengujian.
- IT Executive, memelihara kecukupan, standard dan kesiapan sistem / infrastruktur untuk memastikan pengoperasiannya dapat efektif dan efisien, serta menerapkan prosedur IT dan proses untuk memastikan data terproteksi secara maksimum.
- IT Administrator, menyediakan implementasi dan administrasi yang meliputi LAN, WAN dan koneksi dial-up, firewall, proxy serta pendukung teknisnya.
- Database Administrator, bertanggung jawab untuk administrasi dan pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
- Systems Engineer, menyediakan rancangan sistem dan konsultasi terhadap pelanggan, memberikan respon terhadap permintaan technical queries serta dukungannya, dan melakukan pelatihan teknis ke pelanggan dan IT administrator.
- Helpdesk Analyst, me-’remote’ permasalahan troubleshoot melalui email / telephone dengan cara mengambil alih kendali para pemakai via LAN/WAN koneksi, serta perencanaan, mengkoordinir dan mendukung proses bisnis, sistem dan end-users dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
- ERP Consultant, memberikan nasehat teknis ataupun fungsional pada implementasi solusi ERP, dan harus mempunyai beberapa pengetahuan tertentu dalam rangka memetakan proses.
- Account Manager, bertanggung jawab untuk kemajuan penjualan suatu solusi dan / atau produk serta target pendapatan.
- Bussiness Development Manager, secara umum mengetahui kebutuhan akan pelanggan, memiliki ketajaman yang diperlukan dalam menopang dan menguntungkan bisnis, serta mempunyai kemampuan luas yang mampu menyerap dan berkomunikasi jelas tentang bisnis kompleks serta konsep teknologi.
- IT Manager, mengatur kelancaran dari sistem IT, troubleshooting dan membantu organisasi dalam menangani permasalahan IT, dan sesuai dengan pengembangan IT yang baru dalam bidang yang diperlukan.
- Project Manager, merencanakan, memberi arahan dan melaksanakan aktivitas manajemen proyek untuk suatu divisi / area, memonitor progress terhadap jadwal dan anggaran proyek, dan mengalokasikan atau membantu mengalokasi sumber daya sesuai dengan hasil proyek yang harus diselesaikan.
3.3
Pembentukan Standar Profesi
Teknologi Informasi di Indonesia
Dalam memformulasikan standard untuk
Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan
workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah.
Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari
klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator.
Terlebih
lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi
Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi
pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard
kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.
Persetujuan
dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian
standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi
diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah
melalui Menteri Tenaga Kerja.
Selain
itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan
dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di
Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.
Untuk
melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi
Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode
Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan
kondisi di Indonesia.
Selanjutnya,
mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard
kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus
dipertimbangkan.
Dengan
demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari
negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.
3.4
Standar Profesi di
Indonesia dan Regional
Berdasarkan perkembangan
Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya
mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan
dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS
(SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di
Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.
Langkah-langkah
yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :
- Penyusunan kode etik profesional Teknologi Informasi
- Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
- Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
- Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
- Penerapan mekanisme re-sertifikasi
Rencana strategis dan
operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di
negara-negara anggota SEARCC.
Promosi
ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai
adalah berbeda-beda.
- Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
- Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
- Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
- Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
- Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.
BAB IV
PENUTUP
4.1
Kesimpulan
Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial
yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara
profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum
profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggungjawabkan
tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaan.
4.2
Saran
Di kehidupan yang semakin modern
masyarakat banyak menggunakan teknologi informasi yang sangat canggih seperti
telepon seluler, internet, dan video telewicara jarak jauh. dalam penggunaan
ini banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang banyak merugikan banyak orang.
hal yang demikian disebabkan karena kurangnya etika dalam teknologi
informasi.
didalam profesi di berbagai bidang sangat perlu juga etika. baik etika berbicara, etika berbisnis, dan etika berteknologi informasi. maka daripada itu setiap perusahaan-perusahaan banyak merumuskan beberapa point-point dalam beretika. rumusan etika yang sering kita dengar kode etik ini bertujuan untuk memajukan perusahaan dan para anggotanya.
didalam profesi di berbagai bidang sangat perlu juga etika. baik etika berbicara, etika berbisnis, dan etika berteknologi informasi. maka daripada itu setiap perusahaan-perusahaan banyak merumuskan beberapa point-point dalam beretika. rumusan etika yang sering kita dengar kode etik ini bertujuan untuk memajukan perusahaan dan para anggotanya.
DAFTAR PUSTAKA
ACM
IT Job Center

Tidak ada komentar:
Posting Komentar