Tampilkan postingan dengan label Topic 10 : Data Warehouse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Topic 10 : Data Warehouse. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Topic 10 : Data Warehouse

Data Warehouse

PAPER KELOMPOK
TOPIK-TOPIK LANJUTAN
SISTEM INFORMASI



Oleh


Kevi Rizkianto – 1501193681
Malvin Prawono - 1501169146
Michael Samuel C – 1501148204
Stefannus Danny – 1501152012

06PJM / 2







Binus University
Jakarta
2014



Binus University

Jurusan Sistem Informasi
Paper Kelompok Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap tahun 2014

Data Warehouse

Kevi Rizkianto – 1501193681
Malvin Prawono - 1501169146
Michael Samuel C – 1501148204
Stefannus Danny – 1501152012

06PJM / 2


Abstrak

Perkembangan teknologi informasi pada  saat ini sudah berkembang sangat cepet  ke seluruh bidang yang ada di dalam masyarakat, sehingga membuat data –data yang diperlukan untuk mendapatkan suatu informasi yang bermanfaat untuk suatu perkembangangan perusahaan/intasi, kumpulan data-data yang sangat besar ini biasa dikenal dengan  sebutan “Data Warehouse”. Kumpulan data yang terkumpul di dalam data warehouse ini dapat diambil sebagai suatu informasi yang berguna bagi kemajuan suatu instansi atau organisasi perusahaan yang biasa dikenal dengan “Data Mining”. Data mining ini sendiri  adalah sebuah teknik penglolahan data-data yang terdapat dalam informasi dan diolah menjadi informasi yang berguna dan bermanfaat

Keyword : Data Mining,Data Warehouse.Database







BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada Zaman global ini teknologi dan informasi telah menjadi  salah satu komponen penting dalam Persaingan bisnis semakin ketat seringkali perusahaan membutuhkan informasi yang mendukung bisnis salah satunya ada penggunaan data warehouse yang berguna agar perusahaan dapat selalu mendapatkan informasi yang tepat dan cepat.Namun memiliki datawarehouse tidaklah cukup karena data yang terdapat dalam datawarehouse sangat banyak oleh karena itu dibutuhkan juga data mining yang bertujuan untuk mengolah data-data dalam data warehouse menjadi informasi yang berguna






1.2  Ruang Lingkup

Mengingat luasnya cakupan ruang lingkup DataWarehouse, maka ruang lingkup yang dibahas dibatasi pada :

1.      Penjelasan tentang DataWarehouse
2.      Penerapanm Jenis,Arstektur, DataWarehouse


1.3  Tujuan dan Manfaat

Berdasarkan pembahasan pada latar belakang, maka dapat ditentukan tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui perkembangan DataWarehouse yang ada.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut :

1.      Mahasiswa dapat mengetahui DataWarehouse
2.      Mahasiswa dapat mengembangkan ide-ide terkait dengan perkembangan DataWarehouse

1.4  Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan terdiri dari beberapa bagian, yaitu :

1.      Studi pustaka

Metode pengumpulan informasi yang digunakan melalui studi artikel media internet dan buku-buku referensi yang dapat dijadikan sumber dan panduan dalam penyusunan penulisan ini.

2.      Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menganalisis dan me-review perkembangan DataWarehouse yang ada di Indonesia.


1.5  Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pembahasan dan memberikan gambaran yang sistematis dalam memahami topik yang disajikan, kami membagi paper ini ke dalam bagian-bagian berupa bab yaitu :

BAB I    : Pendahuluan
                 Dalam bab ini diuraikan tentang masalah pokok yang dibahas dalam paper ini, yang terdiri dari Latar Belakang, Ruang Lingkup, Tujuan dan Manfaaat, Metodologi Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

BAB II  : Landasan Teori
Dalam bab ini akan menguraikan teori atau konsep yang melandasi hal-hal yang terdapat dalam penelitian ini, secara umum dijelaskan tentang teori-teori yang berhubungan dengan kinerja sistem informasi baik dikutip dari berbagai referensi maupun hasil riset yang didapat.

BAB III : Pembahasan
Dalam bab ini berisi hasil penelitian yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan dan manfaat yang ditetapkan pada pendahuluan. Lalu menunjukkan bagaimana pemikiran atau temuan-temuan diperoleh, menginterpretasikan temuan, dan mengaitkannya dengan teori yang digunakan.

BAB IV : Penutup
Dalam bab ini penulis akan menarik bebarapa kesimpulan berdasarkan petunjuk dari buku-buku referensi, internet, dan seminar teori-teori lanjutan sistem informasi serta saran yang mungkin akan diterapkan untuk kemajuan perusahaan.























BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian DataWarehouse
Menurut W.H. Inmon dan Richard D.H., data warehouse adalah koleksi data yang mempunyai sifat berorientasi subjek,terintegrasi,time-variant, dan bersifat tetap dari koleksi data dalam mendukung proses pengambilan keputusan management.

Sedangkan menurut Vidette Poe, data warehouse merupakan database yang bersifat analisis dan read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem penunjang keputusan. Data warehouse juga bisa diartikan sebagai database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa dari pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya.

2.1.1    Istilah-istilah yang berhubungan dengan data warehouse

Istilah-istilah yang berkaitan dengan data warehouse :
  1. Data Mart
Adalah suatu bagian pada data warehouse yang mendukung pembuatan laporan dan analisa data pada suatu unit, bagian atau operasi pada suatu perusahaan.

  1. On-Line Analytical Processing(OLAP)
Merupakan suatu pemrosesan database yang menggunakan tabel fakta dan dimensi untuk dapat menampilkan berbagai macam bentuk laporan, analisis, query dari data yang berukuran besar.

  1. On-Line Transaction Processing(OLTP)
Merupakan suatu pemrosesan yang menyimpan data mengenai kegiatan operasional transaksi sehari-hari.

  1. Dimension Table
Tabel yang berisikan kategori dengan ringkasan data detail yang dapat dilaporkan. Seperti laporan laba pada tabel fakta  dapat dilaporkan sebagai dimensi waktu(yang berupa perbulan, perkwartal dan pertahun).

  1. Fact Table
Merupakan tabel yang umumnya mengandung angka dan data history dimana key (kunci) yang dihasilkan sangat unik, karena key tersebut terdiri dari foreign key(kunci asing) yang merupakan primary key (kunci utama) dari beberapa dimension table yang berhubungan.

  1. DSS
Merupakan sistem yang menyediakan informasi kepada pengguna yang menjelaskan bagaimana sistem ini dapat menganalisa situasi dan mendukung suatu keputusan yang baik.

 

2.1.2 Karakteristik Data Warehouse


Karakteristik data warehouse menurut Inmon, yaitu :
  1. Subject Oriented (Berorientasi subject)
Data warehouse berorientasi subject artinya data warehouse didesain untuk menganalisa data berdasarkan subject-subject tertentu dalam organisasi, bukan pada proses atau fungsi aplikasi tertentu.

Data warehouse diorganisasikan disekitar subjek-subjek utama dari perusahaan(customers,products dan sales) dan tidak  diorganisasikan pada area-area aplikasi utama (customer invoicing,stock control dan product sales). Hal ini dikarenakan kebutuhan dari data warehouse untuk menyimpan data-data yang bersifat sebagai penunjang suatu keputusan, dari pada aplikasi yang berorientasi terhadap data.
Jadi dengan kata lain, data yang disimpan adalah berorientasi kepada subjek bukan terhadap proses. Secara garis besar perbedaan antara data operasional dan data warehouse yaitu :

Data Operasional

Data Warehouse

Dirancang berorientasi hanya pada aplikasi dan fungsi tertentu
Dirancang berdasar pada subjek-subjek tertentu(utama)
Focusnya pada desain database dan proses
Focusnya pada pemodelan data dan desain data
Berisi rincian atau detail data
Berisi data-data history yang akan dipakai dalam proses analisis
Relasi antar table berdasar aturan terkini(selalu mengikuti rule(aturan) terbaru)
Banyak aturan bisnis dapat tersaji antara tabel-tabel

  1. Integrated (Terintegrasi)
Data Warehouse dapat menyimpan data-data yang berasal dari sumber-sumber yang terpisah kedalam suatu format yang konsisten dan saling terintegrasi satu dengan lainnya. Dengan demikian data tidak bisa dipecah-pecah karena data yang ada merupakan suatu kesatuan yang menunjang keseluruhan konsep data warehouse itu sendiri.

Syarat integrasi sumber data dapat dipenuhi dengan berbagai cara sepeti konsisten dalam penamaan variable,konsisten dalam ukuran variable,konsisten dalam struktur pengkodean dan konsisten dalam atribut fisik dari data.

Contoh pada lingkungan operasional terdapat berbagai macam aplikasi yang mungkin pula dibuat oleh developer yang berbeda. Oleh karena itu, mungkin dalam aplikasi-aplikasi tersebut ada variable yang memiliki maksud yang sama tetapi nama dan format nya berbeda. Variable tersebut harus dikonversi menjadi nama yang sama dan format yang disepakati bersama. Dengan demikian tidak ada lagi kerancuan karena perbedaan nama, format dan lain sebagainya. Barulah data tersebut bisa dikategorikan sebagai data yang terintegrasi karena kekonsistenannya.




Integrasi Data Warehouse
Sumber :
http://www.cait.wustl.edu/papers/prism/vol1_no1/integration/home.html

 
 



  1. Time-variant (Rentang Waktu)
Seluruh data pada data warehouse dapat dikatakan akurat atau valid pada rentang waktu tertentu. Untuk melihat interval waktu yang digunakan dalam mengukur keakuratan suatu data warehouse, kita dapat menggunakan cara antara lain :
Ø  Cara yang paling sederhana adalah menyajikan data warehouse pada rentang waktu tertentu, misalnya antara 5 sampai 10 tahun ke depan.
Ø  Cara yang kedua, dengan menggunakan variasi/perbedaan waktu yang disajikan dalam data warehouse baik implicit maupun explicit secara explicit dengan unsur waktu dalam hari, minggu, bulan dsb. Secara implicit misalnya pada saat data tersebut diduplikasi pada setiap akhir bulan, atau per tiga bulan. Unsur waktu akan tetap ada secara implisit didalam data tersebut.
Ø  Cara yang ketiga,variasi waktu yang disajikan data warehouse melalui serangkaian snapshot yang panjang. Snapshot merupakan tampilan dari sebagian data tertentu sesuai keinginan pemakai dari keseluruhan data yang ada bersifat read-only.

  1. Non-Volatile
Karakteristik keempat dari data warehouse adalah non-volatile,maksudnya data pada data warehouse tidak di-update secara real time tetapi di refresh dari sistem operasional secara reguler. Data yang baru selalu  ditambahkan sebagai suplemen bagi database itu sendiri dari pada sebagai sebuah perubahan. Database tersebut secara kontinyu menyerap data baru ini, kemudian secara incremental disatukan dengan data sebelumnya.

Berbeda dengan database operasional yang dapat melakukan update,insert dan delete terhadap data yang mengubah isi dari database sedangkan pada data warehouse hanya ada dua kegiatan memanipulasi data yaitu loading data (mengambil data) dan akses data (mengakses data warehouse seperti melakukan query atau menampilan laporan yang dibutuhkan, tidak ada kegiatan updating data).


2.2 Pengertian DataMining

Menurut Sid Adelman (2000, p145) data mining adalah proses pencarian pola data yang tidak diketahui atau tidak diperkirakan sebelumnya.

menurut Gartner Group data mining didefinisikan sebagai suatu proses menemukan hubungan yang berarti, pola, dan kecenderungan dengan memeriksa dalam sekumpulan besar data yg tersimpan dalam penyimpanan dengan menggunakan teknik pengenalan pola seperti teknik statisik dan matematika.

(Pramudiono, 2006) "Data mining adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah dari suatu kumpulan data berupa pengetahuan yang selama ini tidak diketahui secara manual."

"Data mining merupakan bidang dari beberapa bidang keilmuan yang menyatukan teknik dari pembelajaran mesin, pengenalan pola, statistik, database, dan visualisasi untuk pengenalan permasalahan pengambilan informasi dari database yang besar."(Larose, 2005)

menurut Han, Jiawei (2006, p5) data mining merupakan pemilihan atau "menambang" pengetahuan dari jumlah data yang banyak.

menurut Berry (2004, p7) data mining adalah kegiatan mengeksplorasi dan menganalisis data jumlah yang besar untuk menemukan pattern dan rule yang berarti.

Menurut Proscott, Hoffer dan McFadden (2005, p482) data mining adalah penemuan pengetahuan dengan menggunakan teknik-teknik yang tergabung dari statistik, tradisional, artificial intelligence dan grafik komputer.

2.3 Pengertian Sistem

Menurut Abdul Kadir (2003:54), sistem adalah sekumpulan elemen yang saling
terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan.

Menurut Hanif Al Fatta (2007:3), sistem merupakan kumpulan dari bagian-bagian yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama atau sekumpulan objek-objek yang saling berelasi dan berinteraksi serta hubungan antar objek bias dilihat sebagai satu kesatuan yang dirancang untuk mencapai satu tujuan. Universitas Sumatera Utara Menurut Tata Sutabri (2004:3), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisasi, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain dan terpadu.


2.4 Pengertian Informasi

Menurut Hanif Al Fatta (2007:9), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.

 Menurut Tata Sutabri (2004:17), informasi merupakan proses lebih lanjut dari data yang sudah memiliki nilai tambah atau merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.


2.5 Pengertian Sistem Informasi

Menurut Al-Bahra bin Jamaludin (2005:13), sistem informasi adalah sekumpulan
prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi
pengambil keputusan dan/ atau untuk mengendalikan organisasi.

 Menurut Tata Sutabri (2004:36), sistem informasi adalah suatu sistem
didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi
harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan
kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar
tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Jenis DataWarehouse
Data warehouse memiliki beragam  macam bentuk  yang bisa digunakan.,sehingga sebelum membangun suatu data warehouse kita harus memutuskan  akan membentuk data warehouse seperti apa yang dibutuhkan oleh aplikasi yang  akan kita rancang

Terdapat tiga jenis dasar sistem Data Warehouse :

1. Functional Data Warehouse (Data Warehouse Fungsional)
Kalimat operasional disini merupakan database yang diperoleh dari kegiatan sehari-hari. Terdapat lebih dari satu Data warehouse  dan kemudian dikelompokkan berdasarkan  fungsi-fungsi yang ada di dalam  perusahaan
 contohnya: fungsi keuangan(financial),marketing,personalia dan lain-lain.

Keuntungan dari bentuk data warehouse ini adalah, sistem akan  mudah dibangun dan  dengan biaya
kerugiannya adalah  kemungkian  akan kehilangan konsistensi data dan  terbatasnya kemampuan dalam pengumpulan data bagi pengguna.

2. Centralized Datawarehouse (Data Warehouse Terpusat)
Sekilas bentuk data warehouse ini mirip dengan bentuk data warehouse fungsional, namun yang membedakannya adalah sumber data terlebih dahulu dikumpulkan dalam satu sistem/tempat terpusat, kemudian data tersebut disebar ke dalam fungsinya masing-masing, sesuai kebutuhan perusahaan. Data warehouse terpusat ini biasa digunakan oleh perusahaan yang sama sekali belum memiliki jaringan eksternal.

Keuntungan dari bentuk ini adalah data benar-benar terpadu karena konsistensinya yang tinggi sedang

kerugiannya dari bentuk ini adalah memerlukan biaya yang mahal dan juga memerlukan waktu yang cenderung cukup lama untuk membangunnya.


3. Distributed Data Warehouse (Data Warehouse terdistribusi)
Pada bentuk data warehouse terdistribusi ini menggunakan gateway yang memiliki fungsi sebagai jembatan penghubung antara data warehouse dengan workstation yang menggunakan sistem beragam.Dengan menggunakan sistem terdistribusi seperti ini memungkinkan suatu perusahaan dapat mengakses sumber data yang berada diluar lokasi perusahaan(eksternal).

Keuntungannya dari bentuk ini adalah data tetap konsisten karena sebelum data digunakan data terlebih dahulu di sesuaikan atau mengalami proses sinkronisasi kerugiannya dari bentuk ini penerapan sistem lebih kompleks untuk diterapkan karena sistem operasi dikelola secara terpisah dan juga biaya nya yang paling mahal dibandingkan dengan dua lainnya.


3.2 Arsitektur DataWarehouse
Arsitektur dan juga komponen utama dari data warehouse :
               

Sumber : Conolly,T.M.,Begg

a.       Operational Data
Merupakan Sumber data dari data warehouse yang dapat diambil langsung dari mainframe, basis data relasional seperti Oracle, Ms SQL server dan sebagainya.



b.      Load manager
Load manager  atau bisa disebut juga komponen front-end  yang bertugas untuk melakukan seluruh operasi yang berhubungan dengan ekstrasi dan me-load data ke warehouse.

c.       Warehouse Manager
Warehouse manager bertugas untuk melaksanakan seluruh operasi-operasi yang berhubungan dengan kegiatan manajemen data di dalam warehouse.
Operasi-operasi kegiatan manajemen:
Ø  Backing-Up dan mengarsipkan data
Ø  Analisis terhadap data untuk memastikan konsistensi
Ø  Transformasi dan penggabungan sumber-sumber data dari tempat penyimpanan sementara menjadi tabel-tabel data warehouse.
Ø  Penciptaan indeks-indeks dan view berdasarkan tabel-tabel
Ø  Melakukan denormalisasi dan agregasi jika dibutuhkan

d.      Query manager
Query manager atau bisa disebut komponen back-end, melakukan operasi-operasi yang berhubungan dengan manajemen user queries, komponen juga bertugas untuk mengarahkan query kepada tabel-tabel yang tepat dan menjadwalkan eksekusi dari query tersebut.

e.       End-user Access Tools
Untuk menyediakan informasi bisnis kepada user-user  untuk Mengambil keputusan secara cepat dan tepat.User  akan berinteraksi dengan warehouse melalui end-user access tools.
Berdasarkan kategori yang dikemukakan oleh Berson dan Smith terdapat lima grup utama dari tools tersebut, antara lain :
1.      Reporting and query tools
2.      Application development tools
3.      Executive information System (EIS) tools
4.      Online Analytical Processing (OLAP) tools
5.      Data mining tools

3.3 Struktur Data Warehouse


Pada arsitektur data warehouse,terdapat beberapa struktur yang spesifik terdapat pada bagian warehouse manager. Bagian tersebut adalah merupakan struktur data warehouse.

Menurut Poe, Vidette, data warehouse memiliki struktur yang spesifik dan  mempunyai perbedaan dalam tingkatan detail data  dan umur data.


Komponen dari struktur data warehouse adalah:
Ø   Current detail data
Dalam area ini warehouse bertujuan untuk menyimpan seluruh detail data yang terdapat pada skema basis data. Jumlah data yang sangat besar sehingga dibutuhkan storage yang besar juga dan dapat bisa diakses secara cepat. Dampak negatif yang bisa muncul   adalah kompleksitas untuk mengatur data dan biaya yang diperlukan menjadi mahal.


 
Ø   Older detail data
Merupakan data historis dari current detail data,yang  dapat berupa hasil cadangan atau archive data yang disimpan dalam storage yang terpisah. Karena bersifat back-up(cadangan), maka data biasanya disimpan dalam storage alternatif seperti tape-desk.

Ø   Lighlty summarized data
Merupakan ringkasan atau rangkuman dari current detail data. Data ini diringkas/dirangkum berdasarkan periode atau dimensi lainnya sesuai dengan kebutuhan.

Ø   Highly summarized data
Merupakan tingkat lanjutan dari Lightly summarized data, yang berupa hasil ringkasan yang bersifat totalitas, serta dapat di akses misalnya untuk melakukan analisis perbandingan data berdasarkan urutan waktu tertentu dan juga analisis menggunakan data multidimensi.
Ø   Metadata
Metadata bukan merupakan data hasil kegiatan seperti keempat jenis data diatas. Metadata berisikan data yang menyimpan proses perpindahan data meliputi database structure,contents,detail data dan summary data, matrics,versioning, aging criteria,versioning, transformation criteria. Metadata khusus dan memegang peranan yang sangat penting  dalam data warehouse.

Metadata sendiri mengandung :
Ø  Struktur data
Sebuah direktori yang membantu user untuk melakukan analisis Decission Support System dalam pencarian letak/lokasi dalam data warehouse.
Ø  Algoritma
Algoritma digunakan untuk summary data. Metadata sendiri merupakan panduan untuk algoritma dalam melakukan pemrosesan summary data antara current detail data dengan lightly summarized data dan antara lightly summarized data dengan hightly summaried data.

Ø  Mapping   
Sebagai panduan pemetaan(mapping) data pada saat data di transform/diubah dari lingkup operasional menjadi lingkup data warehouse.

3.4 Tahapan Perancangan Database DataWarehouse

Menurut Kimball ada sembilan tahap metodologi dalam perancangan database untuk data warehouse, yaitu :

            Langkah 1 : Pemilihan proses
Ø  Data mart yang pertama kali dibangun haruslah data mart yang dapat dikirim tepat waktu dan dapat menjawab semua pertanyaan bisnis yang penting

Langkah 2 : Pemilihan sumber
Ø  Untuk memutuskan secara pasti apa yang diwakili atau direpresentasikan oleh sebuah tabel fakta.
Misalkan, jika sumber dari sebuah tabel fakta properti sale adalah properti sale individual maka sumber data dari sebuah dimensi pelanggan berisi rincian pelanggan yang membeli properti utama

Langkah 3 : Mengidentifikasi dimensi
Ø  Set dimensi yang dibangun dengan baik, memberikan kemudahan untuk memahami dan menggunakan data mart
Ø  Dimensi ini penting untuk menggambarkan fakta-fakta yang terdapat pada tabel fakta
Ø  Misalkan, setiap data pelanggan pada tabel dimensi pembeli dilengkapi dengan id_pelanggan,no_pelanggan,tipe_pelanggan,tempat_tinggal, dan lain sebagainya.
Ø  Jika ada dimensi yang muncul pada dua data mart,kedua data mart tersebut harus berdimensi sama,atau paling tidak salah satunya berupa subset matematis dari yang lainnya.
Ø  Jika sebuah dimensi digunakan pada dua data mart atau lebih,dan dimensi ini tidak disinkronisasi,maka keseluruhan data warehouse akan gagal, karena dua data mart tidak bisa digunakan secara bersama-sama

Langkah 4 : Pemilihan fakta
Ø  Sumber dari sebuah tabel fakta menentukan fakta mana yang bisa digunakan dalam data mart.
Ø  Semua fakta harus diekspresikan pada tingkat yang telah ditentukan oleh sumber

Langkah 5 : Menyimpan pre-kalkulasi di tabel fakta
Ø  Hal ini terjadi apabila fakta kehilangan statement

Langkah 6 : Melengkapi tabel dimensi
Ø  Pada tahap ini kita menambahkan keterangan selengkap-lengkapnya pada tabel dimensi
Ø  Keterangannya harus bersifat intuitif dan mudah dipahami oleh pengguna

Langkah 7 : Pemilihan durasi database
Ø  Misalnya pada suatu perusahaan asuransi, mengharuskan data disimpan selama 10 tahun atau lebih

Langkah 8 : Menelusuri perubahan dimensi yang perlahan
Ø  Ada tiga tipe perubahan dimensi yang perlahan, yaitu :
o   Tipe 1. Atribut dimensi yang telah berubah tertulis ulang
o   Tipe 2. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan sebuah dimensi baru
o   Tipe 3. Atribut dimensi yang telah berubah menimbulkan alternatif sehingga nilai atribut lama dan yang baru dapat diakses secara bersama pada dimensi yang sama.

Langkah 9 : Menentukan prioritas dan mode query
Ø  Pada tahap ini kita menggunakan perancangan fisik.


BAB IV
PENUTUP
4.1    Kesimpulan
Data warehouse merupakan suatu  metode dari perancangan suatu database yang berorientasi kepada subjek, non-volatile, time-variance dan terintegrasi yang digunakan untuk mempermudah para user untuk pengambil keputusan dalam memecahkan masalah.
4.2    Saran
Sebelum membangun suatu data warehouse kita harus memutuskan  akan membentuk data warehouse seperti apa yang dibutuhkan oleh aplikasi yang  akan kita rancang agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan/organsisasi.




DAFTAR PUSTAKA